SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengklaim angka kemiskinan di wilayah Sumatera Utara mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan turun 0,63 poin dari 7,99 persen pada 2024 menjadi 7,36 persen pada 2025, atau berkurang sebanyak 87.760 jiwa, Kamis (9/4/2026).
Bobby menjelaskan bahwa tren positif ini tidak hanya terlihat pada angka kemiskinan, tetapi juga pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat partisipasi angkatan kerja pada 2025 mencapai 72,29 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik menjadi 76,47 poin seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam tiga tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan PDRB per kapita dari Rp62,08 juta di 2023 menjadi Rp72,62 juta pada 2025. Ini menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan Pemprov Sumut mulai menunjukkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bobby Nasution dalam keterangan resminya.
Menanggapi pencapaian tersebut, Pengamat Sosial Sumut, Suryadi, memberikan catatan penting. Meski penurunan angka tersebut merupakan kabar baik, ia mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap masalah struktural. Ia menyarankan agar dilakukan audit dan verifikasi data bantuan sosial (bansos) secara rutin agar bantuan lebih tepat sasaran.
“Pemerintah perlu fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat melalui program pendidikan dan pelatihan agar warga lebih siap menghadapi pasar kerja. Verifikasi dan validasi data penerima bansos juga krusial agar tidak ada ketimpangan,” jelas Suryadi.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumut melalui Dinas Sosial akan melanjutkan berbagai program produktif di tahun 2026. Program ini meliputi pemberian bantuan alat pertanian, pertukangan, menjahit, hingga peralatan bengkel dan UMKM. Pelatihan keterampilan ini menyasar warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sumber: Tribun Medan
