SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan menegaskan bahwa penanganan banjir rob di kawasan Medan Belawan tidak dapat dilakukan secara parsial. Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, mendesak dilakukannya pertemuan lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna mencari solusi permanen bagi persoalan menahun tersebut, Jumat (10/4/2026).
Hal ini disampaikan Zakiyuddin saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Musa Rajekshah di kawasan Belawan, Kamis (9/4/2026). Menurutnya, kendala utama di lapangan adalah keterbatasan kewenangan lahan, di mana sebagian besar area terdampak merupakan milik PT KAI, Pelindo, hingga Pertamina.
“Bahkan kantor kecamatan saja berdiri di atas lahan PT KAI, dan banyak warga tinggal di lahan Pelindo dengan status sewa. Kondisi ini menyulitkan saat dilakukan penataan. Harus ada koordinasi terpadu antara Pemko Medan, Pemkab Deliserdang, Pemprov Sumut, dan perusahaan negara terkait,” ujar Zakiyuddin.
Selain masalah lahan, Zakiyuddin juga menyoroti penyempitan sungai yang melintasi perbatasan daerah. Ia menilai upaya normalisasi oleh Pemko Medan akan sia-sia jika tidak dilakukan secara bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Deliserdang, mengingat sedimentasi dan sampah terus mengalir lintas wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Musa Rajekshah (Ijeck) menegaskan komitmen Komisi V untuk memfasilitasi rapat koordinasi lintas sektor. Ia juga menyoroti faktor lingkungan seperti kerusakan hutan mangrove yang beralih fungsi menjadi perkebunan dan tambak sebagai pemicu rob.
“Kami akan dorong Komisi V menginisiasi pertemuan ini. Kita tidak ingin anggaran besar digelontorkan namun tidak menyelesaikan masalah karena perencanaan yang tidak terintegrasi. Pendekatan persuasif juga akan diutamakan kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai terkait rencana penataan kawasan,” tegas Ijeck.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal sinkronisasi program antara Kementerian PUPR, Pemerintah Daerah, dan BUMN agar proyek pengendalian banjir rob di Belawan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Sumber: Tribun Medan
