SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Peluang PSMS Medan untuk meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan masih terbuka, meskipun jalan yang harus ditempuh terbilang sangat berat. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini wajib tampil sempurna dan menyapu bersih seluruh sisa pertandingan di Grup A Pegadaian Championship musim 2025/2026 demi menembus posisi dua besar, Kamis (2/4/2026).
Saat ini, PSMS Medan masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Posisi puncak klasemen masih ditempati oleh Adhyaksa FC dengan 43 poin, disusul Garudayaksa FC di posisi kedua dengan 41 poin. Di bawahnya, terdapat persaingan ketat dari Sumsel United FC (37 poin), FC Bekasi City (36 poin), serta Persiraja Banda Aceh di peringkat kelima dengan 34 poin.
Secara matematis, jika tim asuhan Eko Purdjianto mampu memenangkan empat laga tersisa, mereka akan menambah 12 poin dan mengakhiri musim dengan total 42 poin. Jumlah tersebut berpotensi melampaui koleksi poin Garudayaksa FC saat ini. Namun, skenario ini hanya terwujud jika para pesaing di atasnya, terutama Garudayaksa, tergelincir dan gagal meraih tambahan poin signifikan di laga sisa.
Langkah PSMS juga sangat bergantung pada hasil tim lain seperti Sumsel United, FC Bekasi City, dan Persiraja. Jika PSMS gagal meraih kemenangan dalam satu laga saja, maka peluang promosi dipastikan tertutup. Selain fokus ke atas, Ayam Kinantan juga harus waspada terhadap kejaran Persikad Depok yang berada tepat di bawah mereka dengan selisih hanya satu poin saja.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang maksimal secara profesional. “Kita tetap menghabiskan sisa pertandingan. Walaupun peluang tipis sekali, tapi kita tidak boleh melemah dan tidak boleh patah semangat. Kita profesional, walaupun nanti tidak bisa lolos, kita tetap fight di sisa pertandingan ke depan,” ujarnya kepada Tribun Medan.
Tantangan berat menanti karena dari empat laga sisa, PSMS harus melakoni tiga laga tandang. Ujian pertama adalah bertandang ke markas Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (5/4). Laga ini sangat krusial karena Persikad adalah pesaing terdekat yang berpotensi menggeser posisi PSMS jika terpeleset.
Selanjutnya, pada 11 April, PSMS akan menghadapi laga penentu melawan tim papan atas Garudayaksa FC, juga di Stadion Pakansari. Setelah dua laga tandang beruntun, Ayam Kinantan baru akan kembali ke kandang untuk menjamu Sriwijaya FC pada 19 April. Laga penutup akan ditutup dengan partai tandang yang tak kalah berat melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala pada 2 Mei.
Eko mengakui bahwa secara hitung-hitungan peluang timnya memang berat, namun ia memastikan tim tetap siap tempur. Evaluasi mendalam terus dilakukan, terutama pada lini pertahanan dan penyelesaian akhir. Hal ini merujuk pada hasil imbang 1-1 kontra PSPS Pekanbaru sebelumnya, di mana PSMS kebobolan melalui situasi bola mati (set piece).
“Kita akan selalu evaluasi. Kemarin kita kebobolan dari bola set piece, itu jadi catatan. Finishing juga, kita cuma cetak satu gol padahal secara statistik peluang kita lebih banyak. Seharusnya bisa lebih,” jelas Eko. Dirinya menekankan bahwa setiap momen di area pertahanan dan efektivitas di depan gawang lawan akan menjadi kunci di empat laga terakhir.
Kini, perjuangan Ayam Kinantan memasuki fase krusial. Empat pertandingan mendatang bukan hanya soal taktik di lapangan, melainkan ujian mental untuk menjaga asa promosi tetap hidup hingga akhir musim. Skenario terbaik tetap menjadi target utama, sembari berharap dewi fortuna berpihak pada hasil pertandingan tim pesaing lainnya.
Sumber: Tribun Medan
