SMARTMEDAN.COM, MEDAN – PSMS Medan harus menerima kenyataan pahit jelang laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini terpaksa memulangkan dua pilar utamanya, Zikri Ferdiansyah dan Felipe Cadenazzi, ke Kota Medan akibat sanksi akumulasi kartu, Jumat (10/4/2026).
Absennya kedua pemain ini menjadi tantangan berat bagi pelatih Eko Purdjianto. Felipe selama ini merupakan motor serangan di lini depan, sementara Zikri adalah sosok vital di pertahanan. Kehilangan Zikri semakin memperparah krisis lini belakang PSMS, mengingat sebelumnya Erwin Gutawa juga masih menjalani hukuman serupa. Saat ini, praktis hanya tersisa Moch Jody sebagai opsi utama di sektor pertahanan.
“Kita memang sedang kekurangan pemain, terutama di lini belakang karena Zikri dan Felipe harus absen akibat akumulasi pasca-laga kontra Persikad kemarin. Namun, kita akan optimalkan pemain yang ada. Kita tetap fight dan maksimalkan skuad yang siap untuk mencuri poin melawan Garudayaksa,” ujar Eko Purdjianto, Kamis (9/4/2026).
Untuk menyiasati kekosongan di lini serang, Eko menyiapkan beberapa nama seperti Clayton, Rudiyana, serta duo Zaki (Zaki Ali dan Zaki Alim). Strategi tim kemungkinan besar akan mengalami perubahan bergantung pada kondisi terakhir para pemain, termasuk memantau pemulihan cedera Budhiar dan Saddam Tenang.
Meski peluang untuk promosi ke Super League musim depan secara matematis telah tertutup setelah hasil imbang kontra Persikad Depok, PSMS tetap berambisi memberikan penampilan terbaik di sisa kompetisi. Saat ini PSMS tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara Grup A dengan raihan 31 poin.
Laga menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (11/4/2026) besok diprediksi tidak akan mudah. Tim lawan diketahui telah melakukan pembenahan besar-besaran dengan mendatangkan pelatih dan pemain baru pada bursa transfer paruh musim lalu.
Sumber: Tribun Medan
