SMARTMEDAN.COM – Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengaku sangat menyayangkan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada bek andalan sekaligus kapten tim, Erwin Gutawa.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI, Erwin Gutawa dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan serta denda sebesar Rp5 juta. Sanksi ini merupakan buntut dari insiden kartu merah langsung yang diterima Erwin pada menit ke-89 saat laga kontra FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, 28 Februari 2026 lalu.
Insiden tersebut terjadi di penghujung laga ketika tensi pertandingan memanas. Erwin, yang awalnya berniat melerai keributan antar pemain, justru tertangkap kamera VAR melakukan tindakan menarik leher pemain lawan, Ramadhan. Setelah peninjauan VAR, wasit memberikan kartu merah karena aksi tersebut dinilai sebagai tindakan berbahaya.
Eko Purdjianto mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulang kali mengingatkan anak asuhnya untuk menjaga kepala tetap dingin di lapangan.
“Saya dari awal selalu bilang ke pemain untuk menahan emosi supaya tidak merugikan diri sendiri dan tim. Pemain kita memang agresif dan punya motivasi tinggi, itu bagus, tapi semuanya harus tetap bisa mengontrol emosi,” ujar Eko, Minggu (15/3/2026).
Eko menambahkan bahwa kehadiran teknologi VAR saat ini membuat setiap tindakan pemain terpantau dengan sangat detail. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain agar tidak melakukan pelanggaran yang berujung pada kerugian tim.
“Sekarang sudah ada VAR. Segalanya terlihat jelas. Begitu ada kartu merah, biasanya ada hukuman tambahan, dan itu tentu merugikan tim,” tambahnya.
Meski merasa kehilangan sosok pemimpin di lini belakang untuk tiga laga ke depan, manajemen PSMS Medan menyatakan tetap menghormati keputusan resmi Komdis PSSI tersebut.
Sumber: Tribun Medan
