SMARTMEDAN.COM – Peluang Sumatera Utara untuk menjadi tuan rumah Piala AFF U-19 pada Juni 2026 mendatang kini berada di ujung tanduk. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menegaskan bahwa kepastian tersebut sangat bergantung pada kecepatan progres renovasi Stadion Teladan Medan yang hingga kini belum kunjung rampung.​
Bobby menyatakan, jika renovasi stadion bersejarah tersebut mengalami kemunduran jadwal, maka Sumut terancam batal menggelar ajang bergengsi tersebut. Mengingat prasyarat menjadi tuan rumah memerlukan dua stadion standar internasional, sementara saat ini baru Stadion Utama Sumut yang siap digunakan.​
“Sudah kami sampaikan, ya, kalau progresnya baik, bisa kita jadikan tuan rumah. Kalau progresnya mundur terus, ya, masa mau tanding kayak gitu,” ucap Bobby Nasution dengan tegas, Selasa (10/3/2026).​
Mantan Wali Kota Medan ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menawarkan bantuan dana dari APBD Pemprov Sumut demi mempercepat pengerjaan yang didanai pusat tersebut. Ia menyoroti kendala kecepatan anggaran yang sering menjadi penghambat proyek infrastruktur.
​”Dari zaman saya dulu selalu terkendala dari kecepatan APBN. Kalau persoalannya keuangan, tidak apa kami sumbangkan ke Kementerian PU untuk menyelesaikan teladan ini,” jelasnya.​
Bobby memberikan tenggat waktu hingga akhir Maret 2026 untuk melihat perkembangan nyata di lapangan. Jika tidak ada perubahan signifikan, maka Stadion Teladan akan dicoret dari daftar usulan venue. “Jadi kalau tidak ada progres, kita akan cabut Stadion Teladan sebagai opsi tuan rumahnya,” tambahnya.​
Renovasi Stadion Teladan sendiri merupakan bagian dari proyek strategis nasional pasca-tragedi Kanjuruhan dengan total anggaran mencapai Rp545 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp275 miliar untuk pengerjaan fisik utama, dan APBD Pemko Medan sebesar Rp235 miliar untuk area luar stadion.
​Meski mengusung konsep modern standar FIFA dengan kapasitas 21.000 penonton dan tribun tertutup, desain baru ini tetap mempertahankan ciri khas menara stadion. Eksteriornya pun dirancang unik dengan corak ‘semut beriring’ yang menyimbolkan persatuan enam klub cikal bakal PSMS Medan. Namun, segala kemegahan desain tersebut kini berpacu dengan waktu agar harapan masyarakat Sumut melihat aksi Garuda Muda di Medan tidak sirna.​
Sumber: Tribun Medan
