SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Tim Elite Pro Academy (EPA) PSMS Medan U-19 terus mematangkan persiapan jelang tampil di ajang Elite Pro Academy Championship U-19 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 April hingga 16 Mei 2026 mendatang. Dengan waktu yang semakin terbatas, skuad muda Ayam Kinantan langsung tancap gas usai libur Hari Raya Idulfitri di bawah arahan pelatih kepala Kas Hartadi dengan menjalani pemusatan latihan di Lapangan Harin, Pondok Cabe, Tangerang, sejak 23 Maret 2026.
Seluruh pemain yang berasal dari hasil seleksi di Medan maupun Jakarta kini telah bergabung, dengan komposisi 18 pemain dari Jakarta dan 6 pemain dari Medan. Selain itu, penjaga gawang dari skuad utama PSMS Medan, Aditya Ramadhan, juga dijadwalkan segera bergabung pada 28 atau 29 Maret untuk menambah kekuatan tim junior setelah menyelesaikan program latihan bersama tim senior.
Meski memiliki materi pemain yang menjanjikan, Kas Hartadi mengakui bahwa timnya menghadapi keterbatasan waktu persiapan yang hanya tersisa sekitar satu pekan. Fokus latihan saat ini lebih diarahkan pada peningkatan kebugaran dasar, endurance, serta pematangan taktik permainan karena pembentukan fisik secara maksimal belum memungkinkan dalam waktu singkat.
“Persiapan kita memang sangat singkat, hanya sekitar satu minggu. Jadi untuk pembentukan fisik secara maksimal tentu belum bisa. Kita lebih mengandalkan endurance dan latihan dengan bola, sambil menyesuaikan kondisi fisik pemain,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan, Kamis (26/3/2026). Ia menilai para pemain dari Medan maupun Jakarta memiliki talenta yang cukup baik dan mampu mengikuti program taktikal.
Pada edisi tahun ini, PSMS Medan U-19 tergabung di Grup C bersama Persekat Tegal U-19, PSIS Semarang U-19, Kendal Tornado FC U-19, serta Persipura Jayapura U-19. Seluruh pertandingan akan dipusatkan di Garudayaksa Football Academy sebagai venue utama, dengan jadwal kick-off pada 1 April 2026 dan partai grand final pada 16 Mei 2026 mendatang.
Kas Hartadi terus menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan semangat tinggi selama sesi latihan yang tersisa. “Saya selalu tekankan ke pemain, setiap latihan harus punya semangat yang luar biasa. Karena waktu kita sangat terbatas, jadi kondisi harus benar-benar dijaga,” tegasnya. Terkait akomodasi, para pemain asal Medan telah difasilitasi mess, sementara pemain asal Jakarta tinggal bersama keluarga atau di fasilitas khusus yang disiapkan tim.
Sumber: Tribun Medan
