SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Ratusan jemaat Gereja Oikoumene (Chapel USU) di Jalan Dr. Sumarsono, Kecamatan Medan Baru, melakukan aksi bongkar paksa terhadap penutupan akses gereja yang dilakukan secara sepihak oleh sejumlah oknum. Aksi ini dipicu kemarahan jemaat yang merasa hak ibadah mereka dirampas dengan dalih renovasi yang tidak transparan, Senin (13/4/2026).
Penatua Gereja Oikoumene, Lusiana Br Simbolon, mengungkapkan bahwa penutupan tersebut terjadi tiba-tiba tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan jemaat. Ironisnya, diduga terdapat keterlibatan oknum anggota DPRD Sumatera Utara berinisial TS dalam aksi penutupan tersebut.
“Mereka menutup akses dengan alasan renovasi atau revitalisasi. Namun, selama ini renovasi biasanya dilakukan Senin sampai Sabtu, dan hari Minggu tetap dibuka untuk ibadah. Ini benar-benar penutupan sepihak yang sangat kami sesalkan, apalagi dilakukan oleh orang-orang yang duduk di pemerintahan,” tegas Lusiana saat ditemui di lokasi, Minggu (12/4/2026).
Konflik ini diduga berakar dari masalah kepengurusan jemaat. Lusiana menyebut adanya pemilihan majelis jemaat yang dilakukan secara tertutup pada Rabu (8/4/2026) lalu tanpa melibatkan jemaat secara luas. Selain itu, muncul klaim sepihak yang tidak mengakui status Oikoumene sebagai gereja, melainkan hanya sebagai persekutuan, meski selama puluhan tahun telah menjalankan fungsi pelayanan gerejawi penuh seperti baptisan dan ibadah Minggu.
Meskipun sempat memanas, jemaat akhirnya berhasil membuka kembali pintu gereja agar ibadah tetap dapat dilaksanakan. Lusiana memastikan bahwa untuk minggu-minggu ke depan, pelayanan di Chapel USU akan tetap berjalan seperti biasa. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus menempuh jalur hukum.
“Gereja ini dalam kondisi layak dan bagus. Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama secara dewasa. Jangan sampai sesama umat justru menutup ruang ibadah bagi saudaranya sendiri. Biarlah tempat ini tetap menjadi wadah pelayanan bagi jemaat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jemaat terus berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan akses ibadah tetap terbuka dan tidak ada lagi upaya penutupan sepihak di masa mendatang.
Sumber: Tribun Medan
