SMARTMEDAN.COM – Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, bocah laki-laki berinisial FIS (10) yang dikabarkan hanyut di Sungai Lae Simbelin akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026).
Korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah terbawa arus sungai yang cukup deras pada Minggu (9/3/2026) lalu. Upaya pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi serta bantuan warga sekitar.
Ps Kapolsek Parongil, Iptu JP Karo Sekali, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad korban berada di aliran sungai yang melintasi wilayah Desa Uruk Mbelin, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
“Jenazah berhasil kami temukan di perairan Sungai Lae Simbelin tepatnya di Desa Uruk Mbelin, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi,” ujar Iptu JP Karo Sekali.
Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai membusuk akibat terlalu lama berada di dalam air. Petugas segera mengevakuasi korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga yang berdomisili di Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak melakukan otopsi karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda tindak pidana pada tubuh korban. Jenazah FIS pun langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama.
Kapolsek Parongil menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak baik Basarnas, BPBD, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian selama ini,” tutup Kapolsek.
Sumber: Tribun Medan
