SMARTMEDAN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun berupaya keras menemukan solusi mengatasi meluapnya air Sungai Sikkam di wilayah Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar bila hujan deras.
Sungai ini tidak lagi mampu menampung air hujan, mengakibatkan rumah warga di Pasar Bawah, sekitar sungai kebanjiran, seperti Kamis, 30 Juli 2026 malam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, Minggu (2/8), mengatakan, Pemkab tidak hanya menangani dampak darurat, melainkan juga merancang langkahlangkah strategis sebagai solusi jangka panjang guna mencegah musibah yang sama terulang kembali di masa mendatang.
Langkah pertama yang akan segera dilaksanakan katanya, normalisasi Sungai Sikkam akibat sedimentasi yang cukup tinggi.
Pemkab Simalungun juga merencanakan pembangunan embung serta kawasan resapan air di sejumlah titik strategis, bekerja sama dengan pihak perusahaan setempat termasuk kawasan PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone dan wilayah di Kecamatan Tapian Dolok.
Pembangunan ini bertujuan untuk menahan dan memperlambat aliran air hujan di wilayah hulu sebelum masuk ke aliran Sungai Sikkam, sehingga lonjakan debit air dapat dikendalikan dan risiko luapan ke arah pemukiman berkurang secara signifikan.
Langkah serupa juga direncanakan di kawasan PLTA Dolok Ilir guna memastikan aliran air tetap teratur dan tidak menimbulkan hambatan maupun genangan di wilayah hilir.
Pemkab Simalungun juga bekerja secara cermat dan terukur: terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Provinsi Sumatera Utara serta tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara.
Menurutnya, kajian teknis yang komprehensif ini menjadi landasan agar setiap kebijakan dan penanganan yang diambil tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Mixnon memastikan, seluruh program ini mulai direalisasikan pada tahun 2026 sebagai bukti nyata komitmen melindungi masyarakat.
Sekretaris Daerah bersama Kepala Pelaksana BPBD Budiman Silalahi, Kepala Dinas Kominfo Akbar Putra Siregar meninjau lokasi banjir dan berdialog dengan warga terdampak pada Sabtu (1/8).
Rombongan juga meninjau dapur umum di Kantor Lurah Serbelawan guna memastikan kebutuhan konsumsi warga terpenuhi dengan baik, serta menyaksikan gotong royong membersihkan lingkungan.
Sumber: ANTARASUMUT
