SMARTMEDAN.COM, MEDAN – PSMS Medan dipastikan kehilangan dua pilar utama di lini pertahanan dalam beberapa pertandingan ke depan pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Center back Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah harus absen setelah menerima kartu merah pada laga kontra FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga akhir Februari lalu.
Absennya Erwin dan Zikri menjadi tantangan besar bagi jajaran pelatih karena keduanya merupakan komponen penting dalam menjaga kekuatan lini belakang. Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, kini harus memutar otak untuk mengisi kekosongan tersebut, terlebih posisi bek tengah sangat krusial untuk berduet dengan kapten tim, Kim Jeung Ho.
Eko mengungkapkan bahwa opsi pemain yang tersedia cukup terbatas, namun ia akan memaksimalkan peran Syarif Wijianto dan Jody. Syarif yang sejatinya gelandang bertahan dinilai memiliki fleksibilitas untuk ditarik menjadi bek tengah.
“Yang tersisa tinggal Syarif dan Jody. Syarif juga beberapa kali bisa bermain di posisi center back pada putaran pertama dan kedua. Jadi kita akan maksimalkan pemain yang ada,” ujar Eko kepada Tribun Medan, Senin (16/3).
Selain urusan teknis, Eko juga menekankan pentingnya kontrol emosi kepada para pemain. Menurutnya, emosi yang tidak terkendali di lapangan hanya akan menurunkan kecerdasan bermain dan merugikan tim akibat sanksi serta denda dari federasi.
“Di setiap meeting sebelum pertandingan saya selalu menyampaikan kepada pemain untuk mengontrol emosi, karena itu sangat penting. Kalau kita emosi, kecerdasan bermain kita akan menurun,” ungkapnya.
Eko berpesan agar pemain tetap menghormati keputusan perangkat pertandingan di lapangan meskipun terkadang dirasa merugikan, demi menjaga keseimbangan tim di laga-laga selanjutnya.
Sumber: Tribun Medan
