SMARTMEDAN.COM, DELI SERDANG – Laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026 antara PSMS Medan melawan Sriwijaya FC berakhir dengan ketegangan di luar lapangan. Pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik pendukung Ayam Kinantan atas tindakan provokatif yang sempat dilakukannya, Selasa (21/4/2026).
Ketegangan bermula saat laga yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara pada Minggu (19/4/2026) malam tersebut berakhir. Iwan Setiawan terlihat memberikan gestur “jempol ke bawah” ke arah tribun penonton yang didominasi oleh suporter PSMS Medan. Tindakan spontan tersebut langsung memicu amarah pendukung tuan rumah yang merasa tidak dihargai.
Menyadari situasi yang memanas, Iwan Setiawan segera memberikan klarifikasi dalam sesi konferensi pers usai pertandingan. Ia mengaku khilaf dan menyatakan bahwa tindakannya tersebut hanyalah reaksi emosional sesaat di tengah tensi pertandingan yang sangat tinggi, tanpa ada maksud menghina institusi maupun suporter PSMS Medan secara personal.
“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung PSMS Medan. Tidak ada niat buruk, itu murni terbawa suasana pertandingan yang ketat. Saya sangat menghormati PSMS dan suporternya yang luar biasa,” ujar Iwan Setiawan.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh elemen tim untuk tetap menjaga etika dan sportivitas, baik selama maupun setelah pertandingan berlangsung. Manajemen kedua tim juga mengimbau para suporter untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi secara berlebihan guna menjaga kondusivitas stadion sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
Meski sempat diwarnai insiden gestur tersebut, pertandingan sendiri berjalan dengan kompetitif di bawah pengawalan ketat pihak keamanan. Dengan adanya permintaan maaf resmi ini, diharapkan tensi antara kedua belah pihak dapat mereda menjelang laga-laga berikutnya di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut.
Sumber: Tribun Medan
