SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Kota Medan dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 3,0 magnitudo pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 13.24 WIB. Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 3.57° LU dan 98.74° BT, atau tepatnya berada di darat pada jarak 15 Km Barat Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Berdasarkan kedalamannya yang hanya mencapai 8 Km, gempa ini dikategorikan sebagai jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan cukup nyata di daerah Medan dan Deli Serdang, khususnya di kawasan Delitua dengan skala intensitas II MMI, di mana benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” kata Hendro melalui keterangan resminya.
Hingga pemantauan terakhir pada pukul 14.55 WIB, BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) dan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat dampak gempa tersebut.
Meski BMKG telah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, jagat media sosial justru diramaikan oleh pembahasan mengenai suara dentuman keras yang terdengar saat gempa terjadi.
Sejumlah netizen melalui akun Instagram resmi @infobmkgsumut penilaian asal suara tersebut, seperti pemilik akun @im.afd15 yang melaporkan suara dentuman keras di sekitar Jalan Eka Surya, serta akun @anditrg21 dan @oip82rocs yang penasaran mengenai penyebab teknis dari dentuman tersebut. Terkait fenomena suara dentuman ini, pihak BMKG sejauh ini belum memberikan penjelasan atau lebih lanjut mengenai kaitannya dengan aktivitas sesar tersebut.
Selain guncangan di Medan, Pusat Gempa Regional I juga melaporkan adanya aktivitas seismik lainnya di wilayah Sumatera Utara pada Senin, 11 Mei 2026 pagi. Gempa bumi berkekuatan 3,9 magnitudo tercatat mengguncang wilayah Nias Selatan pada pukul 06.55 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 2 Km pada lokasi 0.11 LS – 98.71 BT atau 126 Km Tenggara Nias Selatan.
Rentetan aktivitas gempa di beberapa titik ini membuat BMKG kembali mengingatkan warga agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu Merujuk pada informasi resmi.
Hendro Nugroho menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi hanya melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial Twitter/Instagram @infoBMKG, situs resmi, maupun aplikasi Mobile Apps infobmkg.
“Hingga pukul 14.55 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan (gempa susulan),” sambil mengimbau masyarakat untuk memastikan bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan gempa sebelum kembali beraktivitas secara normal.
Sumber: Tribun Meda
