SMARTMEDAN.COM, LABUHANBATU UTARA – Kabar mengejutkan datang dari komoditas pangan di wilayah Sumatera Utara. Harga cabai merah di Pekan Minggu Aek Kota Batu, Labuhanbatu Utara (Labura), mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp18.000 per kilogram. Kondisi ini terjun bebas dibandingkan pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, Senin (13/4/2026).
Pemasok cabai asal Berastagi, Arif Gunawan, menjelaskan bahwa anjloknya harga dipicu oleh stok yang sangat melimpah di tingkat produsen. Fenomena ini merupakan dampak dari banyaknya petani yang menanam cabai secara bersamaan saat harga komoditas tersebut sempat meroket hingga Rp120.000 beberapa waktu lalu.
“Dulu semua berlomba-lomba menanam cabai saat harganya sedang tinggi. Sekarang pasokan melimpah karena panen raya terjadi serentak, sehingga harga turun drastis di pasar,” ujar Arif, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan pantauan di pasar, cabai merah kini dijual Rp18.000/kg, sementara cabai kecil dibanderol Rp20.000/kg. Komoditas lain seperti bawang merah terpantau di harga Rp30.000/kg, bawang putih Rp33.000/kg, dan tomat Rp10.000/kg. Untuk jenis sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, harga masih relatif stabil di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000 per ikat.
Namun, kondisi berbeda dialami sektor perikanan. Di saat harga bumbu dapur melandai, harga ikan laut justru terpantau melambung. Ikan gembung kuring kini dibanderol mencapai Rp70.000/kg, sementara ikan dencis dan tongkol masing-masing berada di angka Rp38.000/kg dan Rp40.000/kg.
Riana Panjaitan, seorang petani lokal di Desa Bandar Selamat, mengaku sudah memprediksi tren penurunan harga cabai pada bulan April hingga Mei ini. Ia menyebutkan telah menyiasati masa tanam agar tidak mengalami kerugian besar akibat banyaknya petani “dadakan” yang melakukan panen secara serentak di berbagai daerah.
Sumber: Tribun Medan
