SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Para pelaku usaha mikro di Kota Medan mulai mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik yang melonjak signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumatera Utara menyebut fenomena ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan konflik global, Senin (13/4/2026).
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut, Charles Situmorang, menjelaskan bahwa plastik merupakan produk berbahan dasar petrokimia yang sangat sensitif terhadap harga minyak mentah. Gangguan pasokan bahan baku impor seperti nafta dan resin menjadi faktor utama di balik kenaikan harga ini.
“Kenaikan harga minyak dunia serta konflik global antara Iran dan Israel menghambat distribusi bahan baku dari Timur Tengah. Hal ini menyebabkan disrupsi logistik dan keterlambatan suplai yang mempersempit stok di pasar, sehingga harga disesuaikan dengan cepat oleh pelaku usaha,” terang Charles, Minggu (12/4/2026).
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang kecil di Medan. Dani (35), seorang pedagang bakso bakar, mengaku kenaikan harga plastik hampir mencapai 80 persen untuk jenis kresek hingga plastik pembungkus bumbu. Kondisi serupa dikeluhkan Rial (57), pedagang buah, yang menyebut harga plastik per kilogram melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribuan.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Sumut tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Untuk jangka pendek, pemerintah mendorong diversifikasi impor bahan baku dari negara lain serta pemberian insentif pajak bagi UMKM. Sementara untuk jangka panjang, masyarakat terus diedukasi untuk beralih menggunakan tas belanja ramah lingkungan.
“Saat ini belum terjadi kelangkaan, namun hanya penyesuaian harga. Kami mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan membawa tas belanja sendiri guna mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai di tengah situasi global yang tidak menentu ini,” tutup Charles.
Sumber: Tribun Medan
