SMARTMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR – Warga dan pelaku usaha di sekitar Jalan Gereja, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera memperbaiki kerusakan jalan yang ambles sejak 25 Maret lalu. Kerusakan yang membentuk lubang besar (sinkhole) tersebut telah menyebabkan pengalihan arus lalu lintas yang berdampak pada sepinya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, Rabu (8/4/2026).
Akibat amblasnya jalan tersebut, kendaraan dari arah inti kota terpaksa dialihkan ke Jalan Toba, sementara pengendara dari arah Parapat hanya bisa melintas dengan sistem satu lajur. Kondisi ini dikeluhkan warga, terutama pemilik usaha jasa perdagangan, optik, hingga kafe yang berada di sekitar lokasi, termasuk akses menuju Suzuya Mall.
“Kami berharap segera diperbaiki pemerintah agar toko kami aktif lagi. Sejak jalan dialihkan, banyak pembeli yang tidak datang karena aksesnya sulit,” keluh salah seorang warga sekitar.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Pematangsiantar, Rado Hotrin Simatupang, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sejak hari pertama kejadian. Hal ini dikarenakan Jalan Gereja merupakan aset yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Statusnya jalan provinsi. Kami sudah memberitahukan kepada pihak Pemprov dan sudah melakukan peninjauan lapangan bersama di hari pertama kejadian,” ujar Rado Hotrin saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Meskipun UPTD Dinas PU Provinsi Wilayah Pematangsiantar sudah melakukan pemeriksaan teknis, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan pengerjaan perbaikan akan dimulai. Warga berharap pihak provinsi segera memberikan kejelasan agar urat nadi transportasi dan ekonomi di Siantar Selatan kembali normal.
Sumber: Tribun Medan
