SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Ratusan warga menggeruduk Kantor Camat Bangun Purba di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (1/6) malam. Mereka mencari-cari Camat yang ada di dalam rumah dinas. Mereka merupakan warga dari Desa Parguroan yang sengaja datang karena menganggap Camat Bangun Purba Boby Arianto tidak netral dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Bobby bersama dengan mantan Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi diduga ikut mengkampanyekan calon kades petahana pada masa tenang. Untuk diketahui, hari pencoblosan Pilkades tahap II di Kabupaten Deliserdang berlangsung pada Selasa (2/6/2026).
Desa Parguroan termasuk salah satu desa yang melaksanakan Pilkades. Di desa ini ada dua calon kepala desa. Untuk nomor urut 1 adalah Anton Sembiring yang merupakan calon petahana dan nomor urut 2 Maruli Barus.
Informasi yang dihimpun, kemarahan warga muncul setelah ada salah satu warga di kubu 02 melihat langsung Camat Bobby Arianto ikut bersama calon kades petahana mengajak warga untuk memilih 01 di salah satu warung di dusun IV.
Saat itu juga ikut Marianto Irawadi mantan Camat Bangun Purba yang sekarang menjabat sebagai Dewan Pengawas RSUD Amri Tambunan. Mereka melakukannya Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu mesin pompa air pun turut dibagikan kepada warga. Kemudian informasi ini pun berkembang hingga membuat kubu 02 geram karena camat harusnya bersikap netral. Dari sore massa pun kemudian langsung bergerak ke kantor Camat dan mencari-cari camat di rumah dinas.
Tuntutannya agar camat dicopot dan bisa dipidana karena dituding tidak netral. Karena semakin malam jumlah massa kian bertambah, ratusan personel gabungan pun akhirnya ikut diterjunkan ke lokasi. Mulai dari Satpol PP, TNI/Polri juga ikut datang mengamankan lokasi. Untuk menenangkan massa Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Hendria Lesmana dan Dandim, Inspektur Pemkab Deliserdang beserta Kadis PMD turun ke lokasi.
Atas kegaduhan ini, Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan pun sudah memberikan sanksi pemberhentian sementara kepada Camat Bobby Arianto. Pihak Inspektorat telah diperintahkan untuk memeriksa Camat lulusan IPDN ini. Yang bersangkutan dinonaktifkan sementara waktu sambil menunggu pemeriksaan di Inspektorat.
“Iya benar (dinonaktifkan) sambil menunggu pemeriksaan. Untuk Pelaksana Harian Camat ditunjuk Asisten I (Zainal Abidin Hutagalung), ” kata Inspektur Deliserdang, Edwin Nasution. Saat rumah dinas dan kantor Camat digeruduk massa, Camat Bobby dan mantan Camat Marianto Irawadi pun lebih banyak diam dan menundukkan kepala.
Setelah kejadian tersebut, keduanya belum bersedia memberikan tanggapan. Saat dihubungi keduanya menolak menjawab panggilan. Pesan singkat What’s App juga belum mendapatkan respon. Di sisi lain, sebanyak 76 desa di Kabupaten Deliserdang melaksanakan Pilkades serentak tahap II dengan total 212 calon yang memperebutkan 76 kursi melalui 303 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kabid Pemdes Dinas PMD Deliserdang, Rismar Silaban menyebut secara umum suasana pelaksanaan Pilkades tetap kondusif. “Ya sampai pagi ini kita masih mendapatkan suasana seluruhnya kondusif. Tentu kita berharap kondisi ini terus tercipta,” ujar Rismar Silaban.
Sumber: Tribun Medan
