SMARTMEDAN.COM – Bupati Karo Antonius Ginting mengajak para investor, pelaku usaha, diaspora Karo, hingga perwakilan negara sahabat untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata dan pertanian Kabupaten Karo berkelas dunia agar mampu bersaing di kancah internasional.
Ajakan tersebut disampaikan Antonius Ginting di hadapan para tamu kehormatan, di antaranya Konsul Jenderal Malaysia, India, dan China, tokoh-tokoh asal Karo, pelaku usaha, serta undangan lainnya dalam acara Gala Dinner yang berlangsung di Ballroom Mickey Holiday Hotel, Berastagi, Rabu malam (29/7).
Dalam pernyataan ‘closing ceremony’ Antonius menegaskan bahwa Kabupaten Karo tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, tetapi juga memiliki peluang investasi yang sangat besar. Menurutnya, tantangan saat ini bukan sekadar mendatangkan wisatawan, melainkan membuat mereka bertahan lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau orang datang hanya menikmati pemandangan selama satu jam, lalu pulang, apa berikutnya? Kita harus membuat mereka tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak destinasi, kuliner, hiburan, dan pengalaman wisata di Kabupaten Karo,” ujarnya.
Ia mencontohkan kawasan wisata Simalem Resort yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pembangunan wahana rekreasi (funland), hotel dengan konsep berkualitas namun terjangkau, serta berbagai atraksi pendukung yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Menurut Antonius, konsep wisata yang ingin diwujudkan di Kabupaten Karo adalah menghadirkan pelayanan terbaik dengan harga yang tetap terjangkau.
“Kita ingin menghadirkan hotel berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi pengelolanya. Kalau mahal dan bagus, di mana-mana ada. Tetapi kalau bagus, nyaman, berkualitas, dan terjangkau, itulah yang harus menjadi ciri khas Kabupaten Karo,” katanya.
Mengambil analogi dari profesinya sebagai dokter spesialis kebidanan, Antonius mengatakan keberhasilan mempertahankan pelanggan bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan.
“Kalau pelayanan kita memenuhi bahkan melampaui harapan, orang akan kembali lagi. Prinsip itu juga berlaku dalam pariwisata. Wisatawan harus pulang dengan rasa puas sehingga tanpa diundang pun mereka ingin datang kembali ke Festival Bunga dan Buah tahun depan,” ujarnya.
Selain pariwisata, Antonius menekankan bahwa masa depan Kabupaten Karo juga bertumpu pada sektor pertanian. Ia menyebut daerah itu memiliki lahan yang subur dan sumber daya manusia yang besar, namun masih membutuhkan penguatan pada aspek teknologi, akses pasar, dan permodalan.
Mengutip pandangan akademisi yang hadir dalam forum tersebut, Antonius mengatakan kemajuan pertanian harus dibangun melalui penguasaan lima aspek utama, yakni lahan, sumber daya manusia, pasar, teknologi, dan modal.
“Kita memiliki lahan dan sumber daya manusia. Investor memiliki akses pasar, teknologi, dan modal. Kalau lima kekuatan itu dipadukan, saya yakin pertanian Kabupaten Karo akan semakin maju dan memiliki daya saing yang tinggi,” katanya.
Karena itu, ia mengundang para investor untuk menjadikan Kabupaten Karo sebagai tujuan investasi baru, baik pada sektor pertanian modern, hilirisasi hasil pertanian, maupun industri pariwisata.
Di hadapan para konsul negara sahabat, Antonius juga mengungkapkan ambisinya untuk terus meningkatkan skala Festival Bunga dan Buah pada tahun-tahun mendatang.
Jika tahun ini mengusung konsep Flower and Fruit, maka tahun depan festival tersebut ditargetkan berkembang menjadi Food, Flower and Fruit (3F) dengan berbagai kegiatan pendukung yang tersebar di sejumlah destinasi wisata.
Ia membayangkan berbagai aktivitas seperti festival layang-layang, pertunjukan budaya, wisata kuliner, hingga beragam atraksi lain digelar secara bersamaan di Bukit Kubu, Gundaling, Air Terjun Sipiso-piso, pemandian air panas, Danau Lau Kawar, hingga kawasan Simalem Resort sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan aktivitas selama berada di Kabupaten Karo.
“Kita ingin orang datang bukan hanya sehari, tetapi bisa tinggal selama beberapa hari menikmati seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Karo. Dengan begitu ekonomi masyarakat juga akan bergerak,” ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Antonius mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, diaspora Karo, dan masyarakat untuk meninggalkan perbedaan serta bersama-sama membangun Kabupaten Karo.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan festival, termasuk keterlambatan rombongan setelah mengunjungi sejumlah destinasi wisata bersama para konsul negara sahabat.
Menurut Antonius, seluruh kekurangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar Festival Bunga dan Buah Karo semakin baik pada tahun-tahun mendatang.
“Kalau tamu merasa puas, tanpa diundang pun mereka akan datang kembali tahun depan. Tetapi kalau mereka kecewa, diundang sekalipun belum tentu datang. Karena itu mari kita jadikan setiap kekurangan sebagai semangat bersama untuk membangun Kabupaten Karo agar naik kelas, baik di sektor pariwisata maupun pertanian,” tutup Antonius.
Sumber: ANTARASUMUT
