SMARTMEDAN.COM – Teka-teki kasus pembunuhan sadis terhadap Rahmadani Siagian (20), yang jasadnya ditemukan dalam boks kontainer plastik di Jalan Menteng VII, Medan Denai, mulai terungkap. Tim gabungan kepolisian berhasil meringkus dua orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku di balik peristiwa keji tersebut.
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Mission Impossible Team (MIT) Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area. Kabar penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasubdit Jatanras Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba.
“Kami tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bekerjasama dengan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area. Untuk lengkapnya bisa ke Sat Reskrim,” kata Kompol Jama Kita Purba, Rabu (11/3/2026).
Petunjuk dari Selimut dan Rekaman CCTV
Pengungkapan kasus ini bermula dari petunjuk awal berupa selimut bertuliskan “OYO” yang membungkus jasad korban di dalam boks. Polisi kemudian menyisir sebuah penginapan yang terletak tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Berdasarkan keterangan Kepala Lingkungan (Kepling) 11, Yahya Harahap, rekaman CCTV di penginapan tersebut memperlihatkan aktivitas mencurigakan. Pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, seorang pria terlihat memasuki kamar bernomor C1, di mana korban diduga sudah berada di dalam lebih dulu.
Lalu, pada pukul 08.00 WIB pagi, pria yang sama terlihat keluar dari kamar sambil membawa boks kontainer yang identik dengan boks yang ditemukan warga di ladang pisang. “Dari CCTV, sekitar jam 08.00 WIB ada satu orang laki-laki keluar dari kamar bawa boks kontainer. Sama seperti di TKP,” ujar Yahya.
Pelaku Sempat Menyamar Jadi Ojol
Kesaksian warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Menteng VII juga memperkuat dugaan keterlibatan orang luar. Beberapa warga sempat melihat seorang pria mengenakan jaket ojek online datang menggunakan sepeda motor dan meletakkan boks tersebut di bawah pohon pisang sebelum bergegas pergi.
Korban, Rahmadani alias Rahma, merupakan perantau asal Labuhanbatu Utara yang bekerja di sebuah toko ponsel di Medan. Sebelum ditemukan tewas, Rahma dilaporkan sudah dua hari tidak masuk kerja, yang memicu kecurigaan sang bos hingga akhirnya menghubungi keluarga korban.
Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan. Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut serta peran masing-masing pelaku dalam aksi yang menggemparkan warga Medan ini.
Sumber: Tribun Medan
