SMARTMEDAN.COM – Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global dengan masuk kelompok 401–600 dunia dalam THE Impact Rankings 2026.
Capaian tersebut disampaikan Rektor USU Prof Muryanto Amin pada sidang terbuka Dies Natalis ke-74 USU mengusung tema “Listening to Science for Global Impact”, di Auditorium USU, Kamis.
Dalam laporannya, Prof Muryanto menyebut pergerakan peringkat tersebut menjadi bagian dari transformasi USU menuju fase baru bertajuk The Era of Ultimate Excellence untuk periode 2026–2031.
“Inilah makna Listening to Science: membaca data, belajar dari pengalaman, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat,” katanya.
Ia menegaskan, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kuliah, laboratorium maupun publikasi ilmiah. Riset harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghasilkan manfaat nyata.
“Global impact tidak berarti meninggalkan persoalan di sekitar kita, tetapi dimulai dari kemampuan menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat serta dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Selain reputasi institusi, capaian mahasiswa juga menjadi salah satu hal yang disampaikan Prof. Muryanto Amin dalam laporan tersebut.
Sampai Agustus 2026, mahasiswa USU mencatat 792 prestasi yang masuk dalam indikator pemeringkatan kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rinciannya, 102 prestasi diraih di tingkat provinsi, 427 tingkat nasional dan 263 tingkat internasional. Dari jumlah tersebut, 347 merupakan Juara I, 231 Juara II dan 214 Juara III.
Di bidang akademik, USU juga memiliki 182 program studi yang tercatat di PDDikti per 11 Agustus 2026. Sebanyak 50,55 persen di antaranya berstatus Unggul dan A.
Tahun ini, 29 program studi USU juga telah memperoleh akreditasi internasional.
Penguatan kualitas sumber daya manusia juga terlihat dari jumlah dosen berkualifikasi doktor yang kini mencapai 701 orang dan jumlah guru besar meningkat menjadi 233 orang pada Agustus 2026 dari 173 orang pada 2024.
Dari sisi penelitian, sepanjang 2022–2025 USU mencatat 3.236 penelitian dengan dukungan dana Rp223,1 miliar dari berbagai sumber termasuk DPRM, DRTPM, BRIN, hingga program Equity USU.
Untuk kolaborasi internasional, USU mencatat 267 riset kolaboratif dengan total pendanaan Rp26,6 miliar sepanjang 2021–2026. Sementara publikasi internasional bereputasi yang terindeks Scopus telah mencapai 14.710 publikasi.
Ia menyebutkan, sejumlah hasil riset juga mulai diarahkan ke kebutuhan masyarakat.
Salah satunya pengembangan varietas kedelai USU yang telah dan memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) untuk tiga calon varietas yaitu Athelia USU, Soya USU dan G1 USU.
USU juga mengembangkan teknologi pengolahan sampah, inovasi material, hingga pengujian bahan bakar B-50 untuk mendukung ketahanan energi.
Sumber: ANTARASUMUT
