SMARTMEDAN.COM – PT Bank Sumut (Perseroda) menghadirkan kartu Smartcash sebagai alat pembayaran nontunai pelayanan transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang).
“Kita memperkuat dukungan transformasi dalam transportasi publik di Sumatera Utara melalui pemanfaatan kartu Smartcash,” ujar Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofian, di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis.
Dukungan ini, kata dia, ditandai dengan pembagian kartu Smartcash kepada masyarakat Sumut, dan para undangan dalam peluncuran BRT Mebidang oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Kartu Smartcash tersebut bisa digunakan untuk melakukan pembayaran nontunai armada BRT Mebidang yang tahap awal ini melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubuk Pakam.
“Masyarakat cukup melakukan tap kartu pada mesin pembaca yang tersedia di dalam bus listrik, sehingga transaksi dilakukan secara cepat, praktis, dan aman,” kata Sandhy.
Dia mengatakan pula, keterlibatan Bank Sumut dalam pembayaran BRT Mebidang merupakan program pemerintah untuk membangun layanan transportasi publik yang modern dan terintegrasi.
“Bank Sumut hadir sebagai bagian dari proses transformasi dilakukan pemerintah. Dukungan ini, kami wujudkan melalui inovasi layanan perbankan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat digitalisasi layanan publik,” ujar Sandhy.
Menurutnya, pengembangan transportasi publik tidak hanya penyediaan sarana mobilitas, tetapi juga membutuhkan dukungan ekosistem yang mampu membuat layanan itu semakin mudah digunakan.
“Melalui kartu Smartcash, kami menghadirkan alternatif pembayaran yang sederhana, cepat, dan aman. Ini menjadi bentuk dukungan Bank Sumut terhadap digitalisasi pemerintah,” kata Sandhy.
Gubernur Sumut Bobby Nasution meresmikan operasional BRT Mebidang yang tahap awal ini melayani rute Medan-Binjai, dan Medan-Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
“Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis,” ujar Bobby, usai meresmikan operasional BRT Mebidang di Terminal Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (19/8).
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, tahap uji coba ini dua unit bus listrik dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, dan memberikan edukasi kepada masyarakat Sumut.
“Selama masa uji coba, masyarakat bisa menggunakan layanan BRT listrik ini secara gratis,” kata Yuda.
Setelah beroperasi penuh, kata dia lagi, maka tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300/penumpang umum, dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Kementerian Perhubungan pada 2023 memilih Kota Medan untuk membangun proyek infrastruktur BRT Mebidang yang dibiayai mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis total sebesar Rp1,9 triliun.
BRT Mebidang ini memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer terhubung 31 halte dengan 17 rute menjangkau kawasan Mebidang menggunakan armada 515 bus listrik didukung depo, halte, dan jalur khusus bus.
“Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubukpakam), 13 unit Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), dan tiga unit armada cadangan,” kata Yuda pula.
Sumber: ANTARASUMUT
