SMARTMEDAN.COM – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Unit Riset Sungei Putih, Deli Serdang, Sumatera Utara, secara intensif melakukan langkah penanggulangan dan pengendalian penyakit Gugur Daun Pestalotiopsis (GPD) pada pohon karet di area Kebun Percobaan Sungei Putih.
Peneliti unit riset Sungei Putih RPN, Dr Tri Rapani Febbiyanti dalam keterangan yang diterima di Medan, Rabu, mengatakan, langkah strategis dan aksi cepat itu diambil sebagai bentuk komitmen dalam menekan penyebaran jamur parasit yang mengancam produktivitas komoditas karet nasional.
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Pestalotiopsis sp itu dikenal sangat agresif merusak tajuk daun tanaman karet, mengganggu proses fotosintesis, serta memicu penurunan produksi lateks secara signifikan apabila tidak ditangani secara cepat dan sistematis.
“Merespons ancaman tersebut, tim gabungan yang terdiri dari peneliti dan tenaga teknis lapangan menerapkan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT),” katanya.
Langkah operasional difokuskan pada penyemprotan fungisida secara merata ke tajuk pohon berukuran tinggi memanfaatkan alat mist blower, pelaksanaan sanitasi gulma di area piringan pohon, serta pemantauan intensitas serangan (disease severity) secara berkala di lokasi sampel kebun percobaan.
Selain tindakan kuratif, dioptimalkan pula pemupukan nutrisi tambahan guna mempercepat pembentukan daun baru (flushing) yang lebih sehat dan tahan terhadap serangan sekunder.
Ia menyebutkan, intervensi teknis lapangan itu dirancang secara terukur untuk mengamankan ambang ekonomi produksi tanaman karet.
“Pengendalian terpadu ini berfokus pada penurunan tingkat keparahan penyakit langsung di bagian tajuk tanaman. Melalui pemantauan berkala serta penambahan nutrisi yang tepat, kami mempercepat pemulihan dan pembentukan daun baru yang sehat agar kapasitas produksi lateks harian tetap terjaga secara optimal,: katanya.
Menurut dia, intervensi teknis itu dirancang untuk menjaga ambang ekonomi produksi karet di kebun percobaan.
Saat ini, serangan Pestalotiopsis untuk wilayah Sumatera Utara menunjukkan tingkat intensitas serangan yang fluktuatif, namun berpotensi memicu gugur daun masif dan menekan produktivitas lateks jika siklus iklim basah mendukung perkembangan spora.
Penerapan strategi PHT di kebun percobaan tidak hanya bertujuan menekan laju infeksi patogen secara biologis, tetapi juga berfungsi sebagai langkah strategis dalam menjaga ambang ekonomi produksi karet.
Dengan menghitung rasio biaya operasional pengendalian terhadap besaran potensi kehilangan hasil lateks, manajemen kebun dapat memastikan bahwa setiap tindakan intervensi yang dilakukan seperti frekuensi penyemprotan dan dosis pemupukan tetap efisien, rasional, dan memberikan margin keuntungan yang optimal bagi keberlanjutan komoditi karet.
“Pengendalian terpadu ini fokus pada penurunan tingkat keparahan penyakit langsung di bagian tajuk. Melalui pemantauan berkala dan aplikasi nutrisi yang tepat, kami mempercepat pembentukan daun baru yang sehat agar kapasitas produksi lateks tetap terjaga,” katanya.
Kepala Pusat Penelitian Karet Dr. Suroso Rahutomo berpendapat bahwa melalui penerapan standar Pengendalian Hama Terpadu ini, Pusat Penelitian Karet RPN tidak hanya berkomitmen mengamankan aset tanaman di Kebun Percobaan Sungei Putih.
Namun juga menyiapkan rekomendasi teknis yang dapat direplikasi oleh para petani serta pengelola perkebunan karet di Sumatera Utara dan tentunya seluruh Indonesia.
Sumber: ANTARASUMUT
