SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Manajemen PSMS Medan mulai bergerak menyusun kekuatan untuk menghadapi kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim depan. Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengonfirmasi bahwa sejumlah pemain dipastikan tetap bertahan untuk memperkuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Keputusan ini didasari pada komitmen kontrak jangka panjang yang telah disepakati sebelumnya antara pihak manajemen dengan para pemain tertentu.
Kabar mengenai bertahannya sejumlah pemain ini menjadi angin segar bagi para pendukung setelah tim resmi dibubarkan untuk evaluasi musim 2025/2026. Fendi menjelaskan bahwa kebijakan mempertahankan pemain ini diprioritaskan bagi mereka yang memiliki durasi kontrak lebih dari satu musim.
Meskipun begitu, pihak manajemen masih memilih untuk merahasiakan daftar nama pemain yang masuk dalam skema skuat musim depan.
“Ada beberapa pemain muda yang kita kontrak panjang. Ada beberapa yang akan masih ada di PSMS,” kata Fendi Jonathan kepada media, Selasa (5/5/2026).
Pada kompetisi musim ini, PSMS Medan diperkuat oleh total 30 pemain yang terdiri dari kombinasi tiga pemain asing serta talenta lokal senior dan junior. Setiap pemain memiliki status kesepakatan yang beragam, mulai dari kontrak permanen hingga status pinjaman dari klub lain.
Salah satu nama yang sempat menjadi perhatian adalah Muhammad Hidayat, pemain senior berusia 30 tahun yang pada paruh musim lalu sempat dipinjamkan ke PSIS Semarang.
Terkait status Muhammad Hidayat yang masa pinjamannya telah berakhir, Fendi memberikan klarifikasi mengenai masa depan sang pemain di PSMS. Eks pemain Persebaya Surabaya tersebut dipastikan tidak masuk dalam daftar pemain yang bertahan secara otomatis untuk durasi panjang.
Hal ini disebabkan durasi kerja sama yang memang telah selesai sesuai kesepakatan awal. “Hidayat hanya satu musim,” tegas Fendi Jonathan menutup pembicaraan mengenai status pemain senior tersebut.
Sebelumnya, suasana haru mewarnai momen pembubaran tim secara internal yang berlangsung di Mess Atlet Disporasu pada Senin (4/5/2026) siang. Acara perpisahan tersebut dihadiri oleh Presiden Klub, Manajer Riris Sufadli, serta jajaran pelatih dan ofisial.
Namun, pelatih kepala Eko Purdjianto terpaksa absen karena harus pulang lebih awal ke kampung halaman setelah menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah, sehingga momen bersalaman dan sesi foto bersama dilakukan tanpa kehadirannya.
Pembubaran tim ini sekaligus menandai dimulainya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim selama satu musim penuh. Manajemen berkomitmen untuk melakukan perombakan dan penyempurnaan skuat agar PSMS Medan tampil lebih kompetitif di musim berikutnya.
Fokus utama saat ini adalah memastikan waktu transisi berjalan lancar serta mempersiapkan langkah-langkah strategi untuk mendatangkan amunisi baru yang dapat melengkapi kerangka tim yang sudah ada.
Sumber: Tribun Medan
