SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Tim PSMS Medan U-19 harus menelan pil pahit setelah kembali mengalami kekalahan dalam laga terakhir babak penyisihan grup kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026. Menghadapi Kendal Tornado FC di Lapangan Garudayaksa Football Academy pada Minggu (3/5) pagi, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut menyerah dengan skor tipis 1-2. Hasil ini memastikan langkah PSMS U-19 terhenti di babak penyisihan grup dan gagal melaju ke babak berikutnya.
Pertandingan sebenarnya sempat memberikan harapan besar bagi PSMS Medan U-19 yang tampil cukup dominan di awal laga melalui strategi menyerang. Tim asuhan Aji Riduan tersebut berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Galih Gussela pada menit ke-42. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Kendal Tornado FC sukses menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum, yakni pada menit ke-45, sehingga skor menjadi imbang 1-1 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tetap tinggi namun petaka justru menghampiri kubu Ayam Kinantan pada menit ke-88 setelah wasit memberikan hadiah penalti bagi lawan. Kesempatan emas tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Kendal Tornado FC, Muhammad Dafa Ismail, yang mengubah papan skor menjadi 2-1. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, yang sekaligus menutup peluang PSMS Medan U-19 untuk meraih poin di laga penutup ini.
Caretaker pelatih kepala PSMS Medan U-19, Aji Riduan Mas Alex, mengaku cukup kecewa dengan hasil akhir pertandingan ini karena tim sempat memimpin. “Tadi kita sempat unggul. Kita sudah maksimalkan dengan merotasi anak-anak, tapi memang anak-anak tidak bisa menahan,” ujar Aji Riduan. Ia juga menyoroti masalah grafik permainan yang sebenarnya sudah meningkat, namun “banyak finishing kita yang gagal diselesaikan” sehingga tim lawan justru bisa mencuri gol kemenangan di menit akhir.
Aji Riduan juga memberikan catatan mengenai persiapan tim yang dinilai sangat singkat untuk menghadapi kompetisi sebesar EPA Championship. Ia berharap ke depannya manajemen bisa mempersiapkan tim jauh-jauh hari dengan komposisi yang didominasi talenta lokal Sumatera Utara. “Mungkin akan bisa lebih solit lagi dan lebih kompak, serta fanatisme yang akan terlihat,” ujarnya. Dengan hasil ini, PSMS U-19 harus puas finis di peringkat keempat klasemen Grup C dengan perolehan lima poin.
Meski gagal melaju, Aji berpesan agar para pemain yang memiliki potensi tidak cepat berpuas diri demi karier profesional mereka. “Saya berharap pemain-pemain ini jangan berpuas diri dan patah semangat. Ini masa depan mereka. Masuk ke tim U-19 ini sudah hal yang luar biasa. Kalau mau lebih tinggi lagi, harus bisa lebih keras lagi dalam latihan dan siapkan diri masing-masing,” pungkasnya. Ia melihat setidaknya ada lima sampai enam pemain yang layak untuk dipromosikan ke jenjang profesional.
Sumber: Tribun Medan
