SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan terus memacu percepatan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didukung pembiayaan Bank Dunia ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2027, Kamis (30/4/2026).
Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan pentingnya transparansi jadwal pengerjaan kepada masyarakat. Menurutnya, kepastian progres di lapangan sangat krusial agar warga memahami upaya pemerintah dalam mentransformasi transportasi massal untuk mengurai kemacetan.
“Keberadaan jadwal yang jelas sangat penting. Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai, sehingga mereka memahami upaya pemerintah dalam memberikan solusi mobilitas yang lebih nyaman,” ujar Rico Waas saat rapat koordinasi bersama Ditjen Perhubungan Darat.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pelaksanaan lima paket pekerjaan di sejumlah titik strategis. Nantinya, layanan BRT Mebidang akan didukung oleh 273 unit armada bus dengan waktu tunggu (headway) yang singkat, yakni hanya sekitar 15 menit.
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa sistem ini akan mengadopsi teknologi canggih seperti Intelligent Transport System (ITS) dan Area Traffic Control System (ATCS). Selain jalur utama, pemerintah juga menyiapkan pembangunan depo serta integrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) hingga ke kawasan permukiman warga.
Rico Waas menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya besar untuk mengubah pola pikir masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang efisien. Ia meminta Kementerian Perhubungan segera menyerahkan rincian teknis agar Pemko Medan dapat melakukan tindak lanjut secara cepat.
“Kita mengharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu menjadikan BRT sebagai tulang punggung transportasi berkelanjutan di kawasan Mebidang,” pungkasnya.
Sumber: Tribun Medan
