SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan rehabilitasi bagi sejumlah masjid yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (10/4/2026).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sumut, Sakoanda Siregar, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sumut pada Kamis (9/4/2026). Bantuan senilai masing-masing Rp10 juta diberikan kepada delapan masjid yang mengalami dampak kerusakan paling parah guna mendukung percepatan pemulihan fasilitas ibadah.
Delapan masjid penerima bantuan tersebut adalah Masjid Al Fatah, Masjid Al Ihsan, Masjid Nurul Huda, Masjid Asasuddin, Masjid Al Falah, Masjid Al Ikhlas, Masjid Nurul Iman, dan Masjid Al Mubaraq. Sakoanda menjelaskan bahwa dana bantuan ini merupakan hasil solidaritas dan empati dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Utara.
“Bantuan ini adalah wujud empati para ASN Kemenag Sumut terhadap masyarakat dan rumah ibadah yang tertimpa musibah. Kami ingin memastikan masjid-masjid yang terdampak bisa segera dipulihkan fungsinya agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman,” ujar Sakoanda Siregar.
Selain bantuan untuk rumah ibadah, Kanwil Kemenag Sumut sebelumnya juga telah aktif menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat serta ASN yang menjadi korban bencana di berbagai wilayah Sumatera Utara. Sakoanda berharap dana yang disalurkan dapat dikelola secara transparan dan akuntabel oleh pengurus masjid agar manfaatnya benar-benar terasa bagi umat.
“Kehadiran Kementerian Agama dalam penanganan pascabencana bertujuan untuk memperkuat layanan umat dan memastikan kegiatan keagamaan di daerah terdampak tetap berjalan dengan baik. Semoga bantuan ini mempercepat proses rehabilitasi fisik masjid yang rusak,” pungkasnya.
Sumber: Tribun Medan
