SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Duka mendalam menyelimuti keberangkatan satu keluarga kecil yang berencana memulai hidup mandiri di perantauan, namun berakhir tragis dalam kecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki BBM.
Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, tersebut merenggut nyawa pasangan suami istri, Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta anak mereka yang masih balita, Bella (1,8). Rencana besar mereka untuk merintis usaha di Pekanbaru kini terkubur bersama puing-puing kendaraan yang terlibat tabrakan.
Ayah kandung Rani, Hambali (44), mengaku sangat terpukul dan tidak memiliki firasat apa pun sebelum musibah tersebut merenggut tiga anggota keluarganya sekaligus. Ia menuturkan bahwa keberangkatan mereka menuju Pekanbaru sempat mengalami beberapa kali penundaan karena kendala teknis perjalanan. “Awalnya mereka pesan tiket Bus Handoyo, tapi gagal karena ada keterlambatan perjalanan kereta. Terus sempat tidak ada jadwal, akhirnya berangkat Selasa (5/5/2026) naik bus itu,” ujar Hambali dengan nada sedih.
Hambali juga menceritakan bahwa faktor kebetulan yang berakhir maut tersebut terjadi setelah keluarga kecil itu berkali-kali berganti rencana moda transportasi. Niat untuk hidup mandiri di Riau membuat mereka tetap memaksakan diri berangkat meski jadwal perjalanan awal tidak berjalan mulus.
“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” katanya mengenai rangkaian kejadian sebelum kecelakaan terjadi.
Paman korban, Ramdi, menambahkan bahwa pihak keluarga sebenarnya sempat meminta pasangan tersebut untuk tetap tinggal di kampung halaman. Apalagi keluarga sudah menyiapkan bahan bangunan untuk mendirikan rumah bagi mereka.
Namun, semangat untuk mandiri membuat Aldi dan Rani tetap teguh pada pendiriannya. “Aldi pergi bersama Rani ke sana untuk usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, tapi mereka ingin hidup mandiri,” ungkap Ramdi mengenang percakapan terakhirnya.
Pihak kepolisian Polda Sumsel melalui Satlantas Polres Musi Rawas Utara telah berhasil mengidentifikasi total 16 korban jiwa dalam peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) tersebut. Kasat Lalu Polres Muratara, AKP M Karim, menyatakan bahwa proses pencocokan data telah selesai dilakukan guna memastikan identitas para korban yang terdiri dari pengemudi, kru, dan penumpang.
“Alhamdulillah sekarang data nama-nama sudah diketahui,” kata Karim memberikan kepastian informasi terkait identitas seluruh korban.
Berdasarkan data kepolisian, berikut adalah daftar nama korban jiwa dan selamat dalam kecelakaan maut tersebut:
Daftar Korban Meninggal Dunia:
- Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
- Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
- Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
- Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
- Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
- Relodo – Penumpang Bus ALS.
- Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
- Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
- Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
- Celinton – Penumpang Bus ALS.
- Hisyamsiah Bachri – Penumpang Bus ALS.
- Sukardi – Penumpang Bus ALS.
- Salim – Penumpang Bus ALS.
- Budiyanto – Penumpang Bus ALS.
- Barhul Ulum – Penumpang Bus ALS.
Daftar Korban Selamat:
- Jumiatun (35) – Warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
- Ngadiono (44) – Warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31) – Warga Tegal (Luka bakar).
- M. Fadli bin Ibrahim (30) – Kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
Sumber: Tribun Medan
