SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Aksi kriminalitas jalanan yang kembali marak dalam beberapa hari terakhir di Kota Medan memicu keresahan luar biasa di tengah masyarakat. Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, mendesak aparat kepolisian dan TNI untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk mengintensifkan patroli rutin pada jam-jam rawan, Jumat (10/4/2026).
Keresahan ini memuncak setelah terjadinya dua aksi pembegalan sadis. Peristiwa pertama terekam CCTV di Jalan Industri pada Selasa (8/4/2026) dini hari, di mana enam pelaku nekat menghadang pengendara motor.
Peristiwa kedua yang lebih tragis terjadi di dalam angkutan kota (angkot) nomor 81 trayek Belawan-Medan, yang menyebabkan dua penumpang wanita nekat melompat dari kendaraan hingga mengalami luka serius demi menyelamatkan diri dari ancaman parang pelaku.
“Ini sudah sangat meresahkan karena terjadi secara terang-terangan tanpa memandang tempat dan korban. Kami mendesak aparat segera bertindak cepat menangkap para pelaku. Aparat kepolisian dan TNI harus meningkatkan patroli rutin, khususnya di titik-titik rawan kriminalitas,” tegas Wong Chun Sen, Kamis (9/4/2026).
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta pihak Kelurahan hingga Kecamatan untuk mempertimbangkan pemberlakuan jam malam serta mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).
Selain itu, ia mengingatkan Pemko Medan agar segera menambah fasilitas penerangan jalan guna meminimalisir ruang gerak para pelaku kejahatan.
Terkait korban begal di dalam angkot, salah satu korban bernama Erika Pinesia Hasibuan (24) dilaporkan masih belum sadarkan diri di RS Mitra Medika akibat luka parah yang dialaminya saat melompat dari angkot di sekitar Simpang Kayu Putih.
Pihak kepolisian dari Polsek Medan Labuhan kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa keamanan di Kota Medan perlu ditingkatkan secara menyeluruh,” pungkas Wong.
Sumber: Tribun Medan
