SMARTMEDAN.COM – Suasana libur Idulfitri 1447 H masih terasa kental di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota. Hingga hari ketiga lebaran (H+3), aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional utama di Kota Medan ini terpantau masih sepi dan belum kembali normal, Senin (23/3/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan lapak pedagang yang sebagian besar masih tertutup rapat. Hanya segelintir pedagang yang memilih mulai berjualan, itu pun didominasi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan barang di pinggiran jalan.
Jihan, salah seorang pedagang sayur, mengungkapkan bahwa jumlah rekan sejawatnya yang berjualan masih sangat terbatas. Minimnya aktivitas ini sudah berlangsung sejak hari pertama lebaran.
“Kemarin yang jualan cuma sekitar 10 orang saja. Hari ini memang sudah ada tambahan, tapi ya masih di pinggir-pinggir jalan saja. Kebanyakan masih libur,” ujar Jihan kepada media.
Kondisi pasar yang sepi berimbas langsung pada pendapatan. Jihan mengaku sulit mendapatkan pemasukan karena jumlah pembeli yang menurun drastis. Faktor masyarakat yang sudah menyiapkan stok bahan makanan sebelum lebaran serta harga modal bahan pokok yang melonjak membuat perputaran modal menjadi sulit.
Akibat sepinya pembeli, para pedagang terpaksa menutup lapak mereka lebih awal dari biasanya untuk menghindari kerugian operasional yang lebih besar.
“Pembeli sepi sekali. Rencananya jam 14.00 WIB ini kami sudah tutup. Modal yang dikeluarkan hari ini saja rasanya sulit untuk kembali,” tambah Jihan lesu.
Hal senada dirasakan Lastri, pedagang bawang yang juga memilih mengemasi dagangannya lebih cepat. Ia menilai lebih baik pulang daripada menunggu tanpa kepastian pembeli.
“Iya sepi, pada tutup semua. Pembeli cuma satu-satu yang datang, jadi mending pulang saja. Besok baru jualan lagi, mudah-mudahan sudah ramai,” pungkas Lastri.
Aktivitas di Pasar Simpang Limun diprediksi baru akan berangsur normal kembali dalam satu pekan ke depan seiring dengan berakhirnya masa libur panjang masyarakat.
Sumber: Tribun Medan
