SMARTMEDAN.COM – Polres Siantar melalui Polsek Siantar Barat meningkatkan pengamanan arus mudik di Stasiun PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Sebagaimana diketahui, kereta api menjadi transportasi favorit masyarakat sejak operasional angkutan umum bus dialihkan ke Tanjung Pinggir.
Kapolsek Siantar Barat, Iptu Raja Kaya Haloho, menyampaikan bahwa personel yang ditugaskan di Stasiun Siantar yakni Kanit Intelkam Aiptu M Ridwan Lubis dan Brigadir Muhammad Arigo. Keduanya akan melakukan pengawasan di stasiun selama Operasi Ketupat 2026.
Stasiun Siantar menjadi favorit masyarakat karena Kereta Api Siantar Ekspress melayani rute Pematangsiantar – Medan PP dua kali sehari dengan harga tiket yang ekonomis, Rp 22 ribu.
“Tujuan kegiatan pengamanan tersebut untuk menjaga situasi kamtibmas serta memberikan keamanan dan kenyamanan dilingkungan Stasiun Kereta Api khususnya terhadap penumpang kereta Api yang hendak berangkat ke Kota Medan maupun tiba dari Kota Medan,” ujar Raja Kaya.
Jumlah penumpang dari Pematangsiantar ke Medan pada Senin (16/3/2026) tercatat sebanyak 266 orang pada trip pertama pukul 07.10 WIB. Sementara itu, volume kendaraan yang melintas di Kota Pematangsiantar pada hari yang sama terpantau belum mengalami peningkatan signifikan.
Kepala Bidang Perhubungan Darat (Hubdar) Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Agresa Affandi, menyampaikan prediksi peningkatan volume kendaraan jatuh pada Rabu-Kamis (18-19/3), khususnya saat pegawai pemerintah dan swasta mulai libur.
“Per hari ini kita lihat belum ada peningkatan arus lalu lintas, ya. Masih normal seperti hari biasa. Kalau prediksi kita mulai naik itu di hari Rabu dan Kamis. Besok (hari ini) juga masih normal sepertinya,” kata Agresa, Senin (16/3/2026).
Dishub Pematangsiantar telah membentuk tim yang tersebar di beberapa Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. Sebelumnya, pada Sabtu (14/3/2026), juga telah dilakukan ramp check kendaraan di Terminal Type A Tanjung Pinggir untuk memastikan keselamatan angkutan jalan selama masa Lebaran 2026. Pemeriksaan meliputi administrasi kendaraan hingga kondisi teknis seperti sistem pengereman dan sarana keselamatan lainnya.
Sumber: Tribun Medan
