SMARTMEDAN.COM – Yayasan Pelita Kita Bersama memperkuat komitmennya mendukung kesehatan anak dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyuluhan kesehatan gigi, aksi gotong royong, serta pemberian apresiasi kepada relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kegiatan bertema “Peduli Kesehatan Gigi Anak” itu digelar di pelataran Menara Pandang kawasan wisata Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Sabtu (15/8), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 322 peserta didik mengikuti penyuluhan kesehatan gigi yang diselenggarakan Yayasan Pelita Kita Bersama bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Tapanuli Utara yang dipimpin drg Bunga Silalahi.
Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama Edy Jhonson Simanjorang mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung pelaksanaan MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
“MBG itu bukan masalah uang, tata kelola yang buruk, dan bukan masalah bisnis. Kami dari Yayasan Pelita Kita Bersama siap berkomitmen terhadap perubahan tata kelola dan melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk teknis serta peraturan Badan Gizi Nasional,” katanya.
Menurut dia, edukasi kesehatan kepada anak perlu menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG karena pemenuhan gizi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.
Ia menilai, pengenalan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini merupakan langkah sederhana namun penting dalam membangun pola hidup sehat pada anak.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB melalui aksi gotong royong membersihkan jalan menuju kawasan Salib Kasih. Kegiatan tersebut turut diikuti Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsoran Hutabarat bersama rombongan.
Selain penyuluhan kesehatan gigi dan gotong royong, yayasan juga memberikan apresiasi kepada para relawan SPPG melalui sejumlah perlombaan, di antaranya tarik tambang, joget menggunakan balon, dan lomba memasukkan paku ke dalam botol.
Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG, terutama di tengah munculnya informasi mengenai dugaan keracunan makanan di wilayah Berastagi.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara berharap kegiatan edukasi kesehatan serupa dapat dilaksanakan oleh SPPG lainnya sehingga pelayanan MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada penerima manfaat.
“Semoga dapur yang lain juga ikut memberikan pelayanan dan edukasi seperti ini, peduli terhadap kesehatan, khususnya yang dimulai dari anak-anak,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Pelita Kita Bersama menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung kesehatan anak, menghidupkan semangat gotong royong, serta mendorong pelaksanaan MBG yang mengedepankan kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap ketentuan, dan kepentingan masyarakat.
Sumber: ANTARASUMUT
