SMARTMEDAN.COM – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mencatat penyerapan gabah petani mencapai 231,37 ton sepanjang Januari-Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara mengatakan, gabah tersebut diserap dari tiga kecamatan, yakni Batang Angkola, Angkola Timur, dan Sayurmatinggi.
“Penyerapan gabah dilakukan dari Januari hingga Juni 2026. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait agar penyerapan gabah petani tetap berjalan,” kata Taufik di Tapsel, Senin.
Rinciannya, penyerapan di Kelurahan Pintu Padang II sebanyak 62.487 kilogram, Aek Nauli 77.000 kilogram, Pargarutan Julu 7.890 kilogram, dan Aek Badak Julu 84.000 kilogram.
Menurut Taufik, penyerapan gabah masih menghadapi tantangan akibat kerusakan lahan pertanian pascabencana. Berdasarkan hasil asesmen, sekitar 1.380,5 hektare sawah mengalami kerusakan.
Sejumlah sentra produksi di Sipirok, Batang Angkola, dan Sayurmatinggi masih dalam proses reklamasi. Sementara sebagian areal pertanian di Batang Toru masih tertimbun material pasir sehingga belum dapat ditanami kembali.
“Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produksi padi dan mengurangi potensi gabah lokal yang dapat diserap,” ujarnya.
Selain kerusakan lahan, kualitas dan kadar air gabah juga menjadi kendala. Sebagian petani masih mengandalkan penjemuran secara konvensional yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Sumber: ANTARASUMUT
