SMARTMEDAN.COM – Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara optimistis kinerja perekonomian di provinsi itu berpotensi menguat pada 2026 hingga 2027 yang didukung dengan membaiknya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
“Kami meyakini sampai akhir tahun kinerja ekonomi Sumut masih bisa tumbuh 4,9 persen sampai 5,7 persen, serta proyeksi tahun 2027 yakni 5,1 persen sampai 5,9 persen,” ujar Kepala Perwakilan Provinsi BI Sumatera Utara Ameriza M Moesa di Medan, Jumat.
Menurut dia, salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sumut adalah kinerja komoditas kelapa sawit dan produk turunannya atau crude palm oil (CPO) yang masih positif seiring harga yang semakin kompetitif.
“Faktor lainnya adalah banyak proyek pemerintah yang masih berlanjut dan dikerjakan di Sumut. Selain itu, ada kegiatan, baik nasional maupun internasional, yang membuat aktivitas ekonomi meningkat,” ujarnya.
BI Sumut menyambut baik pelaksanaan berbagai kegiatan nasional dan internasional di wilayah tersebut, seperti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026, Piala AFF U-19, Trail of The Kings by UTMB dan lainnya.
“Semakin sering Sumut menjadi tuan rumah, bagus untuk ekonomi dan berpeluang menjadi penggerak pertumbuhan selain pariwisata,” katanya.
Ameriza mengatakan, Sumut juga memiliki peluang mengembangkan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), karena letak geografis yang dekat dengan sejumlah negara lain serta didukung infrastruktur, seperti bandara, pelabuhan, dan hotel.
“Jadi, faktor tersebut yang kami yakini membuat Sumut tumbuh lebih baik ke depan daripada tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk itu, pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih baik dibandingkan 2025, karena sebelumnya ada bencana alam yang menyebabkan produksi menurun.
Terkait inflasi, BI Sumut mencatat inflasi di wilayah Sumut pada 2025 cukup tinggi, yakni 4,66 persen, yang antara lain dipengaruhi cuaca dan bencana alam. Sementara itu, inflasi pada 2026 hingga 2027 diperkirakan berada pada kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sumber: ANTARASUMUT

https://shorturl.fm/oQyHO
https://shorturl.fm/umSfb