SMARTMEDAN.COM – Pemkab Deli Serdang, Sumatera Utara, meresmikan Kampung Berkah Kasih Stunting di Desa Percut, sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan stunting yang terintegrasi dengan perbaikan kualitas lingkungan dan kondisi rumah masyarakat.
Peresmian Kampung Berkah Kasih Stunting dirangkaikan dengan penyerahan kunci delapan rumah warga yang telah selesai dibedah menjadi rumah layak huni, sekaligus penataan sejumlah fasilitas lingkungan di kawasan tersebut.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan di Lubuk Pakam, Rabu, mengatakan program itu wujud kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan intervensi yang tidak hanya berfokus pada penanganan stunting, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan dan sosial yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Ini adalah hasil perubahan penataan kawasan kumuh yang dilaksanakan bersama. Ada Perkim, SDABMBK, CKTR, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Disnaker, Dinas Sosial, Pendidikan, KB, PMD, DLH, Damkar, Perikanan, Bapenda, Ketapang dan lainnya,” ujarnya.
Di Desa Percut, terdapat enam anak yang mendapatkan penanganan stunting, dengan satu di antaranya telah dinyatakan keluar dari kondisi stunting.
Ia mengharapkan kolaborasi dilakukan di Desa Percut langkah awal yang dapat menjadi model penanganan kawasan kumuh sekaligus persoalan sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah lainnya.
“Ini adalah bentuk kolaborasi pertama kali bagi Deli Serdang mengentaskan kawasan kumuh, dengan Desa Percut menjadi motornya. Kami harap apa yang dikerjakan ini menjadi contoh untuk 21 kawasan kumuh yang ada di seluruh Kabupaten Deli Serdang,” katanya.
Menurut dia, pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah harus diikuti dengan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta merawat fasilitas yang telah tersedia.
“Semua yang dibangun hari ini kami serahkan kepada bapak ibu Desa Percut, termasuk arena permainan anak-anak ini. Silakan dijaga. Kalau ini makin baik ke depannya, kita akan perbaiki lagi ke depannya,” ujarnya.
Ia menegaskan berbagai intervensi tersebut bukan tujuan akhir, melainkan stimulan agar masyarakat bersama pemerintah dapat terus memperbaiki kondisi lingkungan dan kehidupan keluarga.
“Ini hanya pemicu, stimulan untuk bapak ibu bisa berubah dan memperbaiki kondisi kehidupannya. Karena tidak ada kondisi yang bisa berubah kalau bukan ibu bapak sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas kolaborasi dilakukan bersama Kantor Pertanahan Deli Serdang dalam memproses sertifikat tanah milik masyarakat yang menerima bedah rumah dari pemerintah.
Ke depan, penataan bangunan di bantaran sungai juga akan dilakukan sebagai langkah menciptakan kawasan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sumber: ANTARASUMUT
