SMARTMEDAN.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memanfaatkan lahan kosong menjadi area pertanian produktif dengan menanam benih jagung sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi mengatakan penanaman benih jagung tersebut merupakan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan kemandirian warga binaan.
“Pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan, etos kerja, serta membangun kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Fonika di Medan, Rabu (1/7).
Ia mengatakan penanaman dilakukan di lahan kosong yang berada di samping rumah susun Lapas Kelas I Medan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
Menurut dia, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas I Medan dalam mendukung kebijakan strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan itu diharapkan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian sehingga memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Fonika menambahkan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali tanpa mengganggu keamanan maupun ketertiban di dalam lapas.
“Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara fungsi pengamanan dan pembinaan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan produktif, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sumber: antarasumut
