SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengimbau masyarakat yang tinggal di tiga wilayah pesisir Medan Utara untuk mewaspadai potensi banjir rob (pasang air laut) yang diprediksi terjadi selama sepekan ke depan.
Potensi banjir rob diperkirakan berlangsung, mulai tanggal 12 hingga 18 Juni 2026, meliputi wilayah pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, menjelaskan bahwa ketinggian banjir rob diprediksi mencapai 2,3 hingga 2,6 meter. Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut bersamaan dengan faktor alam lainnya.
“Ketinggian pasang laut diperkirakan di atas 2,3 meter, dengan puncak mencapai 2,6 meter. Tinggi pasang ini diukur dari titik surut terendah. Banjir rob diprediksi terjadi dalam rentang waktu pukul 11.00 hingga 16.00 WIB,” ujar Nur saat dikonfirmasi awak media, Jum’at (12/6/2026).
Menurutnya, banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas, antara lain aktivitas keseharian warga, proses bongkar muat kapal di pelabuhan, serta mobilitas transportasi dan lalu lintas di kawasan pesisir. Oleh karena itu, langkah mitigasi secara dini sangat krusial dilakukan oleh para pelaku usaha maritim dan masyarakat setempat.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir di tiga kecamatan tersebut untuk tetap waspada dan siaga. Update terus prakiraan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG agar dapat melakukan antisipasi lebih dini terhadap dampak banjir rob,” tuturnya. BMKG mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas di sekitar wilayah yang tergenang saat jam-jam puncak pasang dan mengamankan barang-barang berharga dari potensi genangan air laut.
Sumber: Tribun Medan
