SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan menggelar kegiatan Pembinaan Sekolah Ramah Anak Jenjang SMP Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Kota Medan, Andy Yudhistira, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan pada Senin (8/6/2026).
Sebanyak 175 guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMP negeri dan swasta se-Kota Medan hadir sebagai peserta untuk mendapatkan penguatan pemahaman mengenai konsep sekolah ramah anak, pencegahan kekerasan, serta strategi membangun lingkungan belajar yang sehat dan inklusif.
Andy Yudhistira menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk mengekspresikan potensinya tanpa rasa takut akan kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan. “Setiap anak berhak mendapatkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Karena itu, seluruh warga sekolah perlu memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dr. Muhammad Jailani, MA (UIN Sumatera Utara), Wasni Hutagaol, S.Tr.Keb dan Septika Eka Rahayu M.Psi (DP3APM2KB), Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si (LSPKP Merah Putih), Dr. Devita Masayu, M.Hum (PPPA Provinsi Sumatera Utara), serta Junaidi, S.Pd dan Rico Imanta Ginting M.Kom dari Lembaga ICMI Muda.
Melalui materi yang disampaikan, para guru BK dibekali kemampuan untuk mengenali, mencegah, dan menangani persoalan yang mengganggu keselamatan peserta didik. Tujuan utama kegiatan ini adalah melindungi hak-hak anak, membangun relasi positif antarwarga sekolah, serta mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan.
Disdikbud Kota Medan berharap para guru BK dapat menjadi garda terdepan dalam pendampingan peserta didik, sehingga sekolah ramah anak bukan sekadar program, melainkan menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan di setiap satuan pendidikan di Kota Medan demi kepentingan terbaik bagi anak-anak.
Sumber: Tribun Medan
