SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Pembangunan infrastruktur jalan utama di wilayah perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat dengan Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, resmi mulai dikerjakan oleh Dinas PUPR Sumut pada Rabu (3/6/2026).
Kepala UPT Jalan Jembatan Dolok Sanggul sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Anto Oppu Sunggu, M.Si, meninjau langsung peningkatan mutu jalan sepanjang 3.060 meter tersebut di kawasan Delleng Simpon bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan tim pengawas guna memulai proses pematokan awal.
“Mudah-mudahan tidak ada hambatan, kita akan segera menyelesaikan pembangunan pada ruas jalan ini,” ujar Anto di lapangan. Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas PUTR dan Perhubungan Pakpak Bharat, Manotar Silalahi, ST, serta sejumlah Kepala Desa Sionom Hudon, Humbang Hasundutan.
Jalan penghubung ini diyakini akan mempermudah akses antar kedua kabupaten bertetangga yang selama ini terhambat oleh kondisi jalan yang sulit dilalui. Salah seorang kepala desa menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan memiliki hubungan erat dari sisi budaya, kekerabatan, maupun ekonomi, namun keterbatasan jalan membuat interaksi menjadi sulit. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara serta Bupati Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan yang telah memperjuangkan proyek ini.
Pembangunan jalur melalui Delleng Simpon sendiri merupakan salah satu prioritas utama Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, untuk memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Plt. Kepala Dinas PUTR dan Perhubungan Pakpak Bharat, Manotar Silalahi, ST, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah impian bersama yang sudah lama dinantikan.
“Ini merupakan impian kita semua, impian masyarakat, impian Pemerintah dan menjadi salah satu prioritas utama bapak Bupati Franc. Kami mohon dukungan dan doa dari kita semua semoga pengerjaannya lancar,” ucap Manotar Silalahi.
Dengan terbangunnya jalur ini, manfaat yang diharapkan tidak hanya sebatas mempermudah mobilitas warga, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru, mendorong distribusi hasil perkebunan, mempercepat arus barang dan jasa, serta meningkatkan akses layanan publik di wilayah perbatasan kedua kabupaten.
Sumber: Tribun Medan
