SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Harapan PSMS Medan untuk kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 atau Super League, dipastikan tertutup musim depan. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut gagal memetik poin penuh saat ditahan imbang 2-2 oleh Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4/2026).
Tambahan satu poin tersebut membuat PSMS Medan kini mengoleksi 31 poin dan tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2025/2026. Secara matematis, dengan sisa tiga pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih PSMS hanyalah 40 angka. Jumlah tersebut tidak lagi mampu mengejar pemuncak klasemen, Adhyaksa FC (44 poin) maupun runner-up, Garudayaksa FC (42 poin).
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui bahwa jarak poin timnya dengan papan atas memang sudah terlalu jauh untuk dikejar. Meski demikian, ia menegaskan kepada anak asuhnya untuk tidak kehilangan semangat dan tetap bertarung maksimal di sisa kompetisi guna mengincar posisi lima besar.
“Memang sudah jauh, tapi kami sepakat dengan pemain, di tiga pertandingan sisa ini akan kami maksimalkan supaya bisa naik posisi, minimal ke lima besar,” ujar Eko kepada media, Senin (6/4/2026).
Eko menyoroti kelemahan mendasar yang sering dilakukan timnya, yakni kesalahan-kesalahan individu yang berujung kebobolan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah utama sebelum melakoni laga tandang berat melawan Garudayaksa FC pada 11 April mendatang.
“Fokus kami di semua lini. Kami sering melakukan kesalahan sendiri, itu yang harus diperbaiki. Secara skema sebenarnya pemain sudah menjalankan instruksi dengan baik, tapi kesalahan sendiri yang membuat kita kebobolan. Saya tetap optimistis dan meminta pemain tidak boleh kendor hingga akhir musim,” tegasnya.
Setelah laga tandang di Bogor, PSMS dijadwalkan kembali ke Medan untuk menjamu Sriwijaya FC pada 19 April, sebelum akhirnya menutup musim dengan laga tandang melawan Persiraja Banda Aceh pada 2 Mei 2026.
Sumber: Tribun Medan
