SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Kawasan Danau Toba kembali menjadi perhatian serius Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kabupaten Humbang Hasundutan, Luhut mendorong transformasi besar-besaran sektor pertanian melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), Jumat (3/4/2026).
Rapat strategis ini dihadiri oleh para kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor. Dalam arahannya, Luhut menekankan agar pemerintah daerah tidak hanya terjebak pada masalah, melainkan fokus mencari solusi melalui teknologi modern yang sudah tersedia.
“Kita sudah punya semuanya. Teknologi ada, manusianya ada, market-nya ada, partner kerja sama dari luar juga ada. Jadi kenapa kita tidak kembangkan pertanian berbasis AI? Saya mau Sumatera Utara ini jadi model,” tegas Luhut. Ia meyakini integrasi teknologi akan membuat sektor pertanian Sumut mampu bersaing di level internasional.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyatakan kesiapan daerahnya untuk bertransformasi. Menurutnya, pemanfaatan AI adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Petani-petani kita harus bisa memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produksi, memperkuat nilai hasil pertanian, serta memprediksi komoditas yang akan diminati di masa depan,” ujar Franc dengan optimisme tinggi.
Penerapan AI dalam pertanian diyakini akan memberikan sederet manfaat signifikan, di antaranya:
- Prediksi Iklim: Membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat secara presisi.
- Deteksi Hama: Mempercepat penanganan penyakit tanaman guna meminimalisir kerugian.
- Efisiensi Input: Mengoptimalkan penggunaan pupuk dan air sehingga lebih ramah lingkungan.
- Analisis Pasar: Memberikan gambaran komoditas unggulan yang akan laku di masa depan.
Meski tantangan adaptasi teknologi bagi petani senior masih ada, dukungan pemerintah pusat dan pendampingan intensif diharapkan mampu menjawab kendala tersebut. Jika konsisten dijalankan, kawasan Danau Toba berpotensi menjadi pionir pertanian modern berbasis AI di Indonesia, sekaligus menjadi percontohan transformasi digital bagi dunia internasional.
Sumber: Tribun Medan
