SMARTMEDAN.COM – Polda Sumut resmi menetapkan Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Cabang Rantauprapat, sebagai tersangka kasus penggelapan uang senilai Rp 28 miliar. Mirisnya, uang yang digelapkan tersebut merupakan milik jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu.
Modus yang dijalankan tersangka adalah dengan merayu pihak gereja untuk berinvestasi melalui program palsu bernama “BNI Deposito Investment”. Bukannya disetorkan ke bank, uang tersebut justru dikantongi pribadi oleh tersangka.
Kronologi Pelarian
Andi Hakim Febriansyah diketahui telah merencanakan pelariannya dengan sangat rapi. Sebelum menghilang, ia sempat mengurus cuti pada 9 Februari 2026, lalu mengajukan pengunduran diri pada 18 Februari 2026. Terhitung sejak 20 Februari 2026, ia resmi berstatus pensiun dini dari BNI.
Tersangka dilaporkan telah melarikan diri ke Australia bersama istrinya, Camelia Rosa, melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, pada 28 Februari 2026 lalu. Kasus ini baru terbongkar saat pengganti Andi di BNI mendatangi pihak gereja untuk menginformasikan pengunduran diri tersangka, yang kemudian membuat pengurus gereja terkejut karena merasa memiliki simpanan dana besar melalui Andi.
Status Tersangka dan DPO
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rahmat Budi Handoko, menyatakan bahwa Andi telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 13 Maret 2026.
“Statusnya sekarang sudah tersangka, ditetapkan pada tanggal 13 Maret, setelah kami lakukan gelar perkara,” kata Kombes Rahmat Budi Handoko, Rabu (18/3/2026).
Meskipun sudah berstatus tersangka dan polisi telah mengajukan penerbitan Red Notice, hingga saat ini nama Andi Hakim Febriansyah diketahui belum dimasukkan secara resmi ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan poster wajahnya belum diterbitkan secara luas oleh kepolisian.
Ciri-ciri Tersangka
Berdasarkan data yang dihimpun, Andi Hakim Febriansyah memiliki ciri-ciri fisik bertubuh tambun, badan gempal, dan perut buncit dengan pipi tembem. Dalam dokumentasi lama, ia terlihat memiliki rambut belah samping, namun pada penampilan terbarunya, ia bergaya rambut plontos tanpa kumis dan memiliki janggut tipis.
Selain pernah menjabat sebagai Kepala Kas BNI, Andi diketahui merupakan lulusan D3 Perpajakan USU angkatan 2001 dan memiliki beberapa unit bisnis, termasuk Sport Center Rantauprapat.
Sumber: Tribun Medan
