SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah/Nasional (SPOBDA/SPOBNAS) Sumatera Utara secara resmi mengumumkan 24 atlet pelajar yang lolos seleksi penerimaan tahun 2026. Para atlet terpilih tersebut berasal dari 10 cabang olahraga unggulan, yakni atletik, angkat besi, judo, karate, renang, sepak bola, senam, taekwondo, wushu sanda, dan tinju.
Seluruh atlet yang telah dinyatakan lulus seleksi diadakan akan segera masuk ke asrama dan memulai program pelatihan intensif pada 1 Juli 2026 mendatang. Kepala SPOBDA Sumut, Apri Sugiarto, menegaskan bahwa mereka yang terpilih merupakan talenta terbaik yang telah melewati rangkaian ujian yang sangat kompetitif.
Proses seleksi tahun ini berlangsung ketat sejak 28 Februari hingga 25 April 2026, mencakup berbagai tahapan mulai dari seleksi administrasi, tes fisik, kemampuan teknik cabang olahraga, hingga pemeriksaan kesehatan dan psikologi. Hasil dari rangkaian tes tersebut menunjukkan bahwa kualitas atlet pelajar di Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke tingkat prestasi yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah seluruh tahapan seleksi sudah selesai dilaksanakan. Atlet yang lolos memang benar-benar atlet terbaik atau best of the best yang layak masuk program SPOBDA Sumatera Utara,” ujar Apri saat memberikan keterangan pada Selasa (12/5).
Kepala SPOBDA Sumut juga menambahkan bahwa beberapa atlet yang lolos diketahui sudah memiliki rekam jejak prestasi yang cukup mumpuni di tingkat regional dalam berbagai kejuaraan sebelumnya. Hal ini menjadi indikator positif bagi masa depan olahraga Sumatera Utara di tingkat nasional maupun internasional.
Apri berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan disiplin tinggi, mengingat tidak semua atlet pelajar memiliki peluang untuk mendapatkan fasilitas pembinaan dari SPOBDA. “Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik, karena tidak semua atlet bisa mendapatkannya,” tambahnya memotivasi para peserta yang lolos.
Selain fokus pada pengembangan fisik dan teknik, pihak pengelola SPOBDA Sumut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara karier olahraga dan pendidikan formal. Selama masa pembinaan, para atlet diminta tetap berprestasi di sekolah sembari menjalani jadwal latihan yang padat guna mencetak generasi olahragawan yang cerdas dan berkarakter.
“Latihan harus sungguh-sungguh, begitu juga belajar. Harapannya tujuan awal mereka masuk SPOBDA ini bisa terwujud dan nantinya menjadi sumber atlet masa depan Sumatera Utara,” tutup Apri. Melalui pembinaan yang terintegrasi ini, diharapkan Sumatera Utara dapat terus melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah olahraga yang lebih luas.
Sumber: Tribun Medan
