SMARTMEDAN.COM, MEDAN – Tren kurang memuaskan kembali membayangi langkah PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Dalam laga bertajuk “Derbi Sumatera” melawan PSPS Pekanbaru, tim berjuluk Ayam Kinantan ini harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3/2026).
Hasil ini memperpanjang catatan belum pernah menang PSMS atas PSPS dalam tiga pertemuan musim ini. Tim tamu sebenarnya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-26 melalui sundulan Antonio Gamaroni yang memanfaatkan situasi bola mati. Gol tersebut sempat menuai drama karena asisten wasit mengangkat bendera offside, namun wasit utama akhirnya mengesahkan gol setelah melalui pengecekan VAR.
Tertinggal satu gol tidak membuat semangat juang anak asuh Eko Purdjianto luntur. PSMS Medan terus meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya Nazar Nazarudin berhasil mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 1-1. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta bagi kedua belah pihak.
Hasil imbang ini membuat PSMS Medan masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Catatan ini merupakan hasil dari delapan kemenangan, enam kali imbang, dan delapan kali kalah. Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui bahwa timnya kini berada dalam tekanan untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran.
Eko menyoroti bahwa salah satu kendala utama timnya dalam beberapa laga terakhir adalah kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal. Absennya pemain-pemain kunci di lini pertahanan seperti Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah akibat akumulasi kartu, serta cederanya Saddam Hi Tenang, memaksa tim pelatih untuk terus memutar otak dalam meracik strategi pertahanan.
“Kita tetap harus evaluasi di setiap pertandingan. Memang kondisi tim belum selalu komplet karena ada yang cedera dan akumulasi. Hal itu membuat kita harus terus menyesuaikan taktik di lapangan,” ujar Eko saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (31/3/2026).
Meskipun merasa kecewa dengan hasil akhir, Eko tetap memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pemainnya di lapangan. Secara permainan terbuka (open play), PSMS dinilai mampu mendominasi penguasaan bola. Namun, kelemahan dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece) menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
Strategi bertahan total yang diterapkan PSPS Pekanbaru dengan menumpuk lima pemain di lini belakang juga menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Ayam Kinantan. Eko menyebutkan bahwa perubahan taktik di babak kedua sebenarnya sempat membuahkan hasil positif, namun efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan lagi.
Menjelang laga berikutnya, kondisi fisik pemain pasca-libur Lebaran juga menjadi perhatian serius tim kepelatihan. Namun, Eko menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah alasan bagi penurunan performa tim. Ia memastikan bahwa beberapa pemain yang sebelumnya absen, termasuk Zikri, kini sudah mulai pulih dan siap diturunkan untuk memperkuat tim kembali.
Kini, PSMS Medan fokus penuh untuk menghadapi laga tandang krusial melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (5/4) mendatang. Eko berharap evaluasi menyeluruh ini dapat mengembalikan PSMS ke jalur kemenangan demi memenuhi ekspektasi besar para suporter yang merindukan performa impresif tim kebanggaannya.
Sumber: Tribun Medan
