SMARTMEDAN.COM – Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) menilai Stasiun Riset Batang Toru yang dikembangkan PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, layak dijadikan pilot project konservasi orangutan Tapanuli (Pongotapanuliensis) dan keanekaragaman hayati bagi perusahaan lain di Sumatera Utara.
Penilaian itu disampaikan Koordinator Kelompok Pemerhati FOKUS, Khairul Azmi, setelah melihat langsung aktivitas penelitian dan konservasi di Stasiun Riset Batang Toru dan Area Preservasi Martabe.
“Stasiun riset ini sebenarnya bisa menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Sumatera Utara,” ujar Khairul dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/8).
Menurutnya, kunjungan lapangan penting untuk memeroleh gambaran langsung mengenai aktivitas penelitian dan komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi.
Ketua FOKUS Julius Paolo Siregar juga mendorong agar stasiun riset tersebut dibuka untuk kunjungan secara berkala sehingga semakin banyak pihak dapat melihat langsung kegiatan penelitian dan konservasi yang dilakukan.
“Kalau bisa tiap bulan ada grup-grup lain yang datang kemari. Baik diinisiasi perusahaan ataupun datang sendiri. Welcome saja untuk yang baik,” katanya.
Ahli konservasi primata sekaligus anggota Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR, Sri Suci Utami Atmoko, menjelaskan Stasiun Riset Batang Toru berada di kawasan APL dengan ketinggian sekitar 175–500 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut dinilai penting karena merupakan habitat dataran rendah orangutan Tapanuli yang relatif masih minim diteliti.
Pemantauan kamera jebak juga menunjukkan keberadaan tiga satwa ikonik di Area Preservasi Martabe, yakni orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, dan tapir.
“Yang ada orangutan Tapanuli sekaligus tiga flagship species itu cuma ada di sini, di Batang Toru,” ujar Suci.
Sementara itu, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, Syaiful Anwar, mengatakan Stasiun Riset Batang Toru tidak hanya menjadi tempat penelitian, tetapi diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu konservasi.
Ia menyebut sejumlah hasil penelitian PTAR telah dipresentasikan dalam forum nasional dan internasional. PTAR juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian sesuai prioritas riset di stasiun tersebut.
Sumber: ANTARASUMUT
