SMARTMEDAN.COM – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengatakan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 memperkuat ekosistem usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menuju pasar global.
“Kegiatan KKSU yang mengangkat tema dari lokal ke global untuk mendorong UMKM yang inovatif, inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing internasional,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono saat memberikan sambutan kegiatan KKSU di Medan, Sumut, Sabtu.
Ia mengatakan tema tersebut mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem UMKM daerah agar mampu naik kelas dari pasar lokal menuju mancanegara.
Lebih lanjut, kegiatan itu juga selaras dengan visi pemerintah Provinsi Sumatera Utara yakni membangun ekonomi daerah yang semakin unggul dan berdaya saing melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Harapan kami dalam KKSU itu juga hadirnya ide yang baru, dari pelaku ekonomi kreatif di Sumut, sekaligus menjadi jembatan yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang dan pasar nasional dan internasional,” ucapnya.
Hal itu, kata dia sudah ada terlihat dengan adanya kegiatan KKSU business matching yang hari ini mempertemukan UMKM binaan dengan mitra usaha, terutama pembeli global, dan lainnya tercatat mencapai Rp83 miliar.
Selain itu, ia menambahkan, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan daya saing UMKM lokal. Untuk Sumut di branding “mangulosi” yang berdaya saing.
Branding tersebut terinspirasi dari tradisi luhur masyarakat Batak memberikan ulos yang dimaknai ikhtiar Bank Indonesia dan pemangku kepentingan untuk pembinaan akses keuangan UMKM agar kuat dan berdaya saing.
Kegiatan KKSU 2026 tersebut diselenggarakan pada 15-26 Juli 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di Medan. Selama 12 hari, kegiatan tersebut diisi dengan pameran produk unggulan yang diikuti sekitar 300 UMKM, business matching, showcase produk ekspor, talkshow, serta edukasi dan promosi UMKM.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Ameriza M Moesa mengatakan melalui penyelenggaraan KKSU 2026, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan.
“KKSU juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, menembus pasar ekspor, dan mengangkat produk lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sumber: ANTARASUMUT
