SMARTMEDAN.COM – Perum Bulog Cabang Kabanjahe memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah kerjanya dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.Â
Selain didukung stok yang tersedia di gudang, Bulog juga akan terus menerima pasokan beras dari luar daerah serta melakukan penyerapan hasil panen petani lokal.
Pemimpin Cabang Bulog Kabanjahe, Glen Dedi MS, saat ditemui ANTARA, Selasa (21/2026) mengatakan, saat ini Bulog menguasai stok sekitar 750 ton beras, 60.000 liter minyak goreng, 95 ton jagung pipil kering untuk pakan ternak, serta 5 ton gula.
“Dengan stok yang ada saat ini, kebutuhan masyarakat diperkirakan aman untuk sekitar dua bulan ke depan. Namun pasokan akan terus bertambah karena setiap bulan kami menerima distribusi komoditas, terutama minyak goreng dan beras,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk minyak goreng “Minyak Kita’, saat ini Bulog memperoleh pasokan sekitar 200.000 liter setiap bulan. Sementara untuk beras, dalam waktu paling lambat pekan depan akan masuk sekitar 500 ton dari Jawa Barat, kemudian disusul sekitar 1.000 ton dari Aceh.
Menurut Glen, ketersediaan beras dipastikan mencukupi hingga akhir tahun karena distribusi dari pusat terus berjalan. Selain itu, Bulog juga akan menyerap hasil panen petani di Kabupaten Karo yang diperkirakan mulai berlangsung pada Agustus mendatang.
“Untuk sampai akhir tahun kami pastikan stok mencukupi. Setiap bulan ada pasokan masuk, ditambah lagi nanti memasuki musim panen di Karo sehingga kami akan menyerap hasil panen petani setempat,” ujarnya.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bulog juga berencana menggelar operasi pasar serta Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga pangan.
“Operasi pasar tetap kami laksanakan, termasuk Gerakan Pangan Murah bersama dinas terkait. Tujuannya agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Selain operasi pasar, Bulog bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan pemantauan pasar secara rutin setiap pekan untuk memastikan ketersediaan barang dan perkembangan harga di tingkat konsumen.
“Kami melakukan monitoring pasar setiap minggu, baik terhadap stok maupun harga. Kami juga mengimbau masyarakat membeli minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter, serta beras SPHP sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Glen.
Ia menambahkan, komoditas yang saat ini menjadi fokus perhatian Bulog adalah beras medium dan minyak goreng, mengingat keduanya masih memberikan pengaruh terhadap laju inflasi. Menurutnya, harga beras medium masih relatif tinggi karena daerah sentra produksi belum memasuki masa panen.
“Fokus kami saat ini menjaga stabilitas beras medium dan minyak goreng. Harga beras masih cukup memengaruhi inflasi karena panen raya baru diperkirakan berlangsung pada Agustus,” katanya.
Terkait penyerapan gabah petani, Glen memastikan Bulog membeli gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Selanjutnya gabah dikeringkan dan digiling melalui kerja sama dengan penggilingan sebelum menjadi beras medium.
Hingga saat ini Bulog Kabanjahe telah menyerap sekitar 900 ton gabah, atau setara hampir 500 ton beras. Memasuki musim panen Agustus hingga September 2026, Bulog menargetkan kembali menyerap sekitar 850 ton gabah, atau setara sekitar 450 ton beras, guna memperkuat cadangan pangan pemerintah di wilayah tersebut.
Sumber: ANTARASUMUT
