SMARTMEDAN.COM – Harga telur ayam di Pasar Sukaramai, Kecamatan Medan Area, Medan, mulai naik. Pedagang mengungkap kenaikan harga tersebut diduga karena anak-anak mau masuk sekolah dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dimulai kembali.
“Telur yang kami jual mengalami kenaikan harga. Perbutirnya naik Rp 50 sampai Rp 100 perak,” kata salah seorang pedagang di Pasar Sukaramai, Iwan, Minggu (12/7/2026) sore.
Iwan menjelaskan bahwa harga telur sempat mengalami penurunan saat masa libur sekolah karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut dihentikan sementara. Menurutnya, harga telur naik saat ini kemungkinan karena seiring hendak dimulainya kembali kegiatan sekolah dan berlanjutnya pelaksanaan program MBG.
“Kemarin telur turun ketika libur anak sekolah, jadi sekaligus MBG (Makan Bergizi Gratis) libur. Mungkin telur naik karena anak sekolah masuk dan MBG akan dimulai lagi,” terangnya.
Iwan mengatakan telur di tempatnya itu berasal dari peternak yang dekat dari Kota Medan. Dia menyebut harga telur di tempatnya mulai dari Rp 1.350 hingga Rp 2.000 an per butir.
“Paling murah saya jual seharga Rp 1.350 per butir dan yang mahal harganya Rp 2.000-an. Tidak hanya itu, saya juga menjual telur retak atau pecah 10 butir Rp 13.000 ribu rupiah,” jelasnya.
“Yang naik cuma telur ayam. Untuk telur yang lain belum ada kenaikan,” imbuhnya.
Meskipun anak sekolah akan segera masuk, serta MBG juga akan dimulai lagi, tingkat daya beli masyarakat tidak turun. Ia katakan, masyarakat masih membeli seperti biasanya.
“Daya beli masyarakat belum turun, masih normal,” kata Iwan.
Salah seorang pembeli, Ratna mengaku membeli telur untuk kebutuhan rumah tangga. Ia mengatakan harga telur mulai naik tapi belum tajam.
“Kenaikan harga telur masih belum terasa kali, masih sedikit saja kenaikannya dari harga sebelumnya. Kebetulan ukurannya juga masih cukup besar dan harganya tidak naik drastis jadi kita beli beberapa papan saja,” ucapnya.
Senada dengan itu, pembeli lainnya Jasmin mengatakan harga telur mulai naik. Ia mengaku memilih membeli telur yang cangkangnya sudah pecah namun masih bagus dan layak dikonsumsi.
“Pilih telur yang kondisinya pecah dan lebih murah, tapi isinya masih bagus serta ukuran besar. Hanya saja cangkangnya pecah dan retak tapi lebih untung,” tuturnya.
Jasmin mengatakan, telur yang retak atau pecah tersebut dibanderol dengan harga Rp 13.000 isi 10 butir. Ia katakan, sebelumnya harganya Rp 10.000 sebanyak 10 butir.
“Ya gitulah, sudah mau masuk anak sekolah besok jadi mulai naik harga telur,” pungkas Ratna.
Sumber: detiksumut
