SMARTMEDAN.COM – PT Agincourt Resources (PTAR)memperkuat pelibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pengawasan kawasan konservasi, pemantauan kualitas air, serta pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat di wilayah lingkar Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, Rabu, mengatakan perusahaan meyakini keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Salah satu bentuk keterlibatan tersebut diwujudkan melalui tim SMART Patrol yang beranggotakan 14 orang warga, termasuk mantan pemburu dan penebang liar, untuk melakukan patroli rutin di kawasan konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala.
Salah seorang anggota SMART Patrol, Parman Sitanggang, warga Desa Wek IV, mengatakan dirinya kini bertugas mendokumentasikan berbagai temuan di kawasan konservasi, mulai dari keberadaan satwa liar hingga indikasi pembalakan dan perburuan.
“Kalau ada temuan seperti satwa, penebangan, atau perambahan, tinggal difoto lalu disimpan di aplikasi beserta titik koordinatnya,” ujarnya.
Selain menjaga kawasan hutan, PTAR juga melibatkan masyarakat dalam pemantauan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batang Toru.
Warga Desa Hapesong Baru, Ali Marhot Siregar, yang sejak 2024 menjadi anggota tim terpadu pemantau kualitas air, mengatakan pengambilan sampel dilakukan secara berkala setiap bulan di sejumlah titik.
Menurut dia, sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium independen di Jakarta, sementara hasil pemeriksaannya diumumkan kepada masyarakat setiap tiga bulan sebagai bentuk transparansi.
Di sisi lain, PTAR juga mendorong kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik melalui pembangunan Taman Ecobrick di kawasan Sopo Daganak, Batang Toru.
Taman yang diresmikan pada Selasa (30/6) itu dibangun menggunakan 10.000 botol ecobrick hasil partisipasi masyarakat, yang sekaligus mampu mengurangi sekitar 2,5 ton sampah plastik.
Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.”Dulu plastik rumah tangga dibuang begitu saja. Sekarang masyarakat menyimpannya, memilahnya, lalu mengisinya menjadi ecobrick. Hasilnya menjadi taman yang dapat dinikmati masyarakat,” katanya.
Menurut Katarina, Taman Ecobrick menjadi simbol penerapan ekonomi sirkular yang dibangun bersama masyarakat melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Yamantab serta empat bank sampah lokal di Batang Toru.
“Taman Ecobrick bukan sekadar hasil pengelolaan sampah plastik, tetapi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Keberhasilan program ini diukur dari tumbuhnya kebiasaan masyarakat mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.Sebagai bagian dari penutupan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PTAR juga menggelar aksi bersih kawasan konservasi mangrove serta pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di Tapanuli Tengah yang diikuti masyarakat bersama karyawan perusahaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Sumber: antarasumut
